IDEALITA.ID: KONAWE – Wakil Bupati Konawe terpilih, H. Syamsul Ibrahim, menyatakan belum mempertimbangkan pembentukan tim transisi pasca disahkan sebagai pasangan calon terpilih bersama H. Yusran Akbar, melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Konawe pada Senin (13/1/2025).
“Belum, kita masih menunggu karena ini masih proses,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut usai rapat paripurna di DPRD Konawe.
Syamsul Ibrahim menjelaskan bahwa setelah penetapan di DPRD, proses selanjutnya adalah penerusan hasil rapat paripurna oleh Penjabat Bupati Konawe kepada Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, Gubernur akan mengajukan usulan tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai tahapan yang berlaku.
“Tidak ada istilah masa transisi. Pemerintah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Setelah pelantikan, kami akan menyesuaikan dengan rencana kegiatan di Tahun Anggaran 2025. Soal tim transisi, bisa ada, bisa tidak, tergantung kebutuhan,” jelasnya.
Syamsul Ibrahim menegaskan bahwa setelah dilantik, pihaknya akan fokus pada pembentukan tim percepatan pembangunan untuk menetapkan skala prioritas kegiatan selama lima tahun ke depan.
“Yang menjadi perhatian utama adalah kebutuhan daerah. Tidak ada konsep 100 hari kerja, tetapi kami akan memulai dari perbaikan sistem internal kepegawaian,” ungkapnya.
Selain itu, kebersihan Kota Unaaha juga menjadi salah satu agenda prioritas. “Fokus awal kami ada pada birokrasi dan kebersihan dalam kota. Ini penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertata,” tambah Syamsul.
Diketahui, DPRD Konawe telah menggelar rapat paripurna pengesahan dan pengangkatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe terpilih periode 2025-2030. H. Yusran Akbar dan H. Syamsul Ibrahim, (YA-SYAM) resmi ditetapkan sebagai pemimpin daerah yang akan melanjutkan estafet pembangunan di Kabupaten Konawe.
Dengan komitmen untuk menyesuaikan kebutuhan daerah dan meningkatkan tata kelola pemerintahan, pasangan terpilih ini diharapkan mampu membawa Konawe ke arah yang lebih baik dalam lima tahun mendatang. (rls)
Laporan: Mas Jaya
















