IDEALITA.ID: KONAWE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengambil langkah tegas menyikapi dugaan peredaran Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan yang meresahkan masyarakat.
Sebagai langkah awal, DPRD Konawe menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin, 10 Maret 2025. Rapat ini menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe, pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta Himpunan Aktivis Mahasiswa Indonesia (HAMI) Konawe, yang sebelumnya melaporkan dugaan praktik penjualan BBM oplosan di beberapa SPBU di wilayah tersebut.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Konawe ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, didampingi Wakil Ketua II, Nasrullah Faisal, SH, serta anggota DPRD lainnya, yaitu Kristian Tandabio, SH, M.AP, Abdul Rahim Lahusi, SH, Fakrudin, S.Hut, dan Ir. Syarifudin, M.PWK.
DPRD Konawe Segera Lakukan Sidak ke SPBU
Dalam sesi wawancara setelah RDP, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SPBU di Kabupaten Konawe. Sidak ini bertujuan untuk memastikan mekanisme penyaluran BBM berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ada praktik oplosan yang merugikan masyarakat.
“RDP ini adalah respons kami terhadap aduan HAMI terkait dugaan peredaran BBM oplosan. Kami tidak akan tinggal diam. Hasil dari rapat ini, kami akan segera melakukan sidak ke semua SPBU di Konawe,”tegasnya.
Lebih lanjut, Made Asmaya menegaskan bahwa jika dalam sidak nanti ditemukan SPBU yang terbukti menjual BBM oplosan, DPRD Konawe tidak akan ragu merekomendasikan penutupan sementara SPBU tersebut.
“Jika ada SPBU yang terbukti menjual BBM oplosan, kami akan merekomendasikan penutupan sementara sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Selain itu, kami ingin menjaga nama baik Pertamina agar tidak tercoreng oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum dan Pertamina
DPRD Konawe juga berencana berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan selama sidak. Selain itu, mereka akan meminta Pertamina meningkatkan pengawasanterhadap SPBU di wilayah Konawe guna mencegah praktik curang serupa.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha nakal sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan BBM berkualitas dan sesuai standar.
DPRD Konawe berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga tuntas demi melindungi hak-hak masyarakat dan memastikan kepastian hukum bagi pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran.
















