Nurponirah dan Lebaran Penuh Makna: Menyapa, Mendengar dan Berbagi Kebahagiaan

Momen Hj. Nurponirah saat bersilaturahmi ke rumah kerabat di kampungnya.

IDEALITA.ID: KONAWE – Di sebuah desa kecil bernama Amandete, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, suasana Lebaran hari kedua terasa lebih hangat dari biasanya. Di antara riuh rendah suara anak-anak yang bermain dan aroma khas ketupat yang masih tersisa di dapur-dapur warga, seorang perempuan berkerudung merah muda tampak menyusuri jalan setapak dengan sepeda motor. Ia bukan sekadar tamu biasa—ia adalah Hj. Nurponirah, S.Sos., MM, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tahun-tahun sebelumnya, saat masih menjadi istri bupati, ia lebih sering menerima tamu di rumahnya. Namun kali ini berbeda. Dengan jabatan barunya, ia memilih turun langsung ke rumah-rumah warga, membaur tanpa jarak. Tak ada protokoler, tak ada sekat. Hanya sapaan hangat dan senyum tulus yang ia bawa dari satu rumah ke rumah lainnya.

Salah satu rumah yang dikunjunginya adalah milik Om Dani, seorang lansia yang telah lama mengenalnya. Saat melihat Nurponirah masuk ke dalam rumahnya, Om Dani tersenyum lebar. Jabat tangan keduanya seolah menjadi simbol eratnya hubungan pemimpin dan rakyatnya.

“Bagaimana kabarnya, Om?” tanya Nurponirah dengan suara lembut.

Om Dani mengangguk pelan. “Alhamdulillah, Nak. Bahagia bisa melihatmu datang ke sini.”

Tidak hanya menyapa, Nurponirah juga meluangkan waktu mengunjungi beberapa warga yang sedang sakit. Ia tak hanya membawa bantuan, tetapi juga doa, berharap mereka segera diberikan kesembuhan.

Di sela-sela kunjungannya, ia tak hanya berbincang soal Lebaran. Beberapa warga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan keluh kesah mereka. Dengan sabar, Nurponirah mendengar setiap unek-unek yang disampaikan.

“Insya Allah, saya akan perjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita,” ucapnya mantap.

Lebaran bagi Nurponirah bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menyatukan hati dan membangun hubungan lebih erat dengan masyarakat. Baginya, kebahagiaan sejati adalah saat ia bisa hadir di tengah mereka, mendengar langsung suara rakyatnya.

“Hari ini adalah hari kebahagiaan bagi kita semua. Saya bersyukur bisa bersilaturahmi langsung dengan masyarakat,” katanya, dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.

Dan di bawah langit sore yang mulai berubah jingga, Nurponirah kembali melanjutkan perjalanannya, menyusuri jalan desa yang membawanya ke rumah-rumah lainnya—menyapa, mendengar, dan berbagi kebahagiaan. (mj)

Artikulli paraprakBupati Konawe Awali Idul Fitri dengan Tradisi Keluarga: Ziarah dan Silaturahmi
Artikulli tjetërBupati Konawe Gerak Cepat Atasi Potensi Gagal Tanam di Uepai