
IDEALITA.ID: KONAWE – Konawe sejak dulu sudah memegang julukan sebagai lumbung pangan Sulawesi tenggara (Sultra). Lalu, bagaimana jika Konawe digenjot menjadi lumbung pangan nasional?
Upaya itulah yang kini tengah gencar digagas. Kepolisian Daerah (Polda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra kembali menjadikan Konawe sebagai tuan rumah Program Penanaman Jagung Serentak Kuartal III dan Penamanan Jagung di Lahan Perhutanan Sosial. Tujuannya jelas, agar Konawe lebih produktif dan menjadi penyangga pangan tingkat provinsi hingga nasional.
Seremoni penanaman jagung serentak berlangsung di SMKN Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Wawotobi, Rabu (9/7/2025). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko bersama jajarannya; Sekprov Sultra, H. Arsun Lio, serta unsur Forkopimda baik tingkat Sultra maupun Konawe.

Sekda Konawe, Ferdinan saat menyampaikan laporannya mewakili Bupati Yusran Akbar mengungkapkan, Pemkab tengah memprogramkan 10 hektar lahan tanam jagung untuk tiap desa se-Kabupaten Konawe.
“Program ini bakal melibatkan Kapolsek dan Danramil untuk pengawasannya,” ujarnya.
Ferdinand mengungkapkan, program tanam jagung di Konawe bakal dikembangkan di lahan seluas 1.456 hektar dengan bibit yang disiapkan sebanyak 21,9 ton.
“Untuk program tanam jagung hari ini lahan yang disiapkan sebanyak 15 hektar,” jelasnya.
Mantan Kepala BPKAD Konawe ini menambahkan, selain jagung Konawe dikenal sebagai daerah lumbung padi. Saat ini ada 26 ribu hektar lahan produktif. Tahun 2026 mendatang, Pemkab menarget bisa melakukan tiga kali penanaman per tahun.
Dengan produktivitas itu lanjut Ferdinand, Konawe akan memenuhi target 500 ribu ton gabah, dari satu juta ton gabah yang ditarget Pemprov Sultra di tahun 2026 dan seterusnya.

“Konawe dibebankan lima puluh persen dari satu juta ton gabah yang ditarget Pemprov mulai tahun depan. Kita optimis bisa mencapai target itu,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Sultra yang diwakili Sekprov Asrun Lio berharap, program yang tengah dicanangkan di Konawe ini bisa jadi contoh untuk daerah lain. Khususnya, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan.
Menurut Asrun, produksi jagung dapat membantu ketersediaan pangan, hingga dapat mengurangi beban impor yang masuk cukup besar.
“Kita akan kurangi ketergantungan impor dan menjadikan Sultra sebagai lumbung pangan nasional,” terangnya saat membacakan sambutan Gubernur Andi Sumangerukka.
Sebagaimana diketahui, Polri secara nasional menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 750 ribu hektare pada kuartal III 2025, dengan proyeksi produksi antara 3 hingga 7,5 juta ton jagung.

Sementara untuk kuartal IV, ditargetkan panen dari lahan seluas 1 juta hektare, dengan potensi produksi sebesar 4 hingga 10 juta ton.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI, stakeholder terkait, dan lebih dari 135.563 kelompok tani di seluruh Indonesia.
Pada kuartal I dan II tahun ini, program serupa telah berhasil menghasilkan panen jagung sebesar 2,08 hingga 2,5 juta ton.
Melalui program ini, Polri tidak hanya menunjukkan peran aktif dalam sektor keamanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Laporan: Mas Jaya















