Konawe Harum Mendunia: Rahmat Lagaligo Boyong Medali Emas dari Korsel

Kedatangan Rahmat Lagaligo dari Korsel disambut hangat Bupati Konawe, Yusran Akbar serta Kadispora dan Ketua Pengda Taekwondo Indonesia Konawe.

IDEALITA.ID | KONAWE – Pagi itu, halaman Kantor Bupati Konawe tak seperti biasanya. Sorak sorai terdengar membelah udara, membawa semangat yang meluap. Di tengah kerumunan atlet muda dan pelatih, seorang pemuda berjalan tenang namun penuh haru. Di lehernya tergantung medali emas – tanda kemenangan dari ajang bergengsi Gwangju Open International Taekwondo Championships 2025.

Namanya Rahmat Lagaligo, 20 tahun, putra Anggaberi, yang kini menjadi buah bibir Konawe – bahkan Indonesia. Ia baru saja menaklukkan para jagoan Taekwondo dunia di kelas Poomsae Senior, membuktikan bahwa dari tanah Sulawesi Tenggara, lahir juara dunia sejati.

“Saya tidak menyangka sambutannya akan seperti ini,” ucap Rahmat lirih, matanya berkaca-kaca saat menyambut pelukan dari rekan-rekan dan para pejabat daerah. Ia baru saja kembali dari Bitgoeul Gymnasium, Gwangju, Korea Selatan, tempat ia menyingkirkan atlet-atlet tangguh dari Senegal, Kanada, hingga Amerika Serikat. Gerakannya presisi, penuh kekuatan, tapi tetap indah — memikat hati dewan juri dan penonton sekaligus.

Di barisan depan penyambut, berdiri Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, yang menyambutnya dengan hangat, didampingi Kadispora H. Jahyuddin dan Ketua Pengda Taekwondo Konawe, Suparjo. Wajah mereka memancarkan bangga.

“Ini bukan hanya kemenangan Rahmat. Ini kemenangan kita semua. Rahmat membawa nama Konawe dan Indonesia sekaligus. Bukti bahwa anak-anak daerah punya kualitas dunia,” ujar Bupati Yusran dalam sambutannya, disambut tepuk tangan riuh.

Rahmat bukan atlet yang datang tiba-tiba. Di balik prestasinya, ada tahun-tahun penuh latihan, kegagalan, jatuh, dan bangkit kembali. Sebagai mahasiswa STIE 66 Kendari, ia harus membagi waktu antara kuliah dan latihan. Tak jarang ia berlatih hingga larut malam — hanya dengan satu mimpi: berdiri di podium dunia.

“Medali ini bukan cuma logam. Ia adalah cerita perjuangan, doa, dan dukungan semua pihak,” ujar Rahmat, menatap medali emasnya sejenak sebelum tersenyum.

Kadispora Konawe, H. Jahyuddin, menyebut Rahmat sebagai bukti nyata dari program pembinaan atlet yang sedang digalakkan pemerintah daerah. “Potensi Konawe luar biasa. Rahmat adalah awal. Kami ingin cetak lebih banyak juara,” katanya.

Senada dengan itu, Suparjo menambahkan, “Rahmat anak yang disiplin. Dia latihannya tidak pernah setengah-setengah. Kalau dia dibilang bintang masa depan Taekwondo Indonesia, saya tidak ragu.”

Di antara barisan atlet muda yang menyambutnya, beberapa membawa spanduk bertuliskan: “Konawe Bangga, Rahmat Jawara Dunia!”. Wajah-wajah lugu itu tampak memancarkan harapan — seolah Rahmat telah menyalakan nyala semangat baru dalam dunia olahraga Konawe.

Bupati Yusran pun memastikan, prestasi Rahmat tidak akan berhenti di sambutan. Ia berjanji akan memberikan apresiasi khusus dan menyiapkan program berkelanjutan bagi atlet berprestasi.

“Kita ingin Konawe dikenal bukan hanya dari tambang dan pertanian, tapi juga dari prestasi anak-anak mudanya. Rahmat adalah simbol dari itu semua,” tegas Yusran.

Dengan medali emas dari Gwangju tergantung di dadanya, Rahmat Lagaligo bukan hanya membawa pulang kemenangan — ia membawa harapan, bahwa dari daerah kecil pun, mimpi besar bisa lahir dan tumbuh menjadi nyata.

Artikulli paraprakKonflik Lahan Tawamelewe-Matahoalu Selesai, ini Tiga Maklumat Forkopimda
Artikulli tjetërCukup Chat, Kritik dan Saran Anda Langsung Didengar RSUD Konawe