
Kendari, idealita.id – Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Disnakertrans Sulawesi Tenggara (Sultra), Asnia Nidi, menunjukkan sikap tegas dalam mengawal hak-hak pekerja di wilayahnya. Hal ini terlihat saat ia menerima audiensi dari sejumlah perwakilan karyawan dan manajemen PT Hillcon di kantornya baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Asnia Nidi mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem internal perusahaan yang dinilai masih memiliki banyak hambatan, meskipun PT Hilkon dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan nama besar di industri tersebut.
“Saya kira Hillcon ini salah satu perusahaan yang bonafide-nya luar biasa, tapi ternyata di dalamnya itu penuh dengan rintangan dan tantangan,” ujar Asnia saat berbicara melalui sambungan telepon dengan perwakilan manajemen perusahaan dalam postingan akun instagram Anaktambang.
Sikap tegas Asnia dipicu oleh laporan yang diterima dari para pekerja, khususnya mereka yang tergabung dalam tim operasional di lapangan. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah administratif guna mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.
Sebagai bentuk tindak lanjut nyata, Asnia Nidi menyatakan akan segera melayangkan surat panggilan resmi kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan pengambilan kebijakan di PT Hillcon.
“Siapa yang dipanggil? Direktur Utama atau pejabat yang namanya tercantum dalam akta notaris perusahaan. Metode Pertemuan, Pertemuan direncanakan akan dilakukan secara daring melalui Zoom meeting untuk mempercepat koordinasi dan tujuan: Meminta klarifikasi terkait kebijakan perusahaan yang dikeluhkan oleh para pekerja serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Sulawesi Tenggara,” bebernya.
Asnia menegaskan bahwa Disnakertrans Sultra berkomitmen untuk menjadi jembatan yang adil antara pengusaha dan pekerja demi terciptanya iklim kerja yang kondusif dan harmonis di Bumi Anoa.
Sebelumnya diberitakan situasi kerja di site tambang PT Hillcon Job Site PT AKP tengah memanas. Dalam sebuah pertemuan terbuka dengan para karyawan, perwakilan manajemen mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terkait kendala finansial yang menghambat operasional dan kesejahteraan pekerja.
Dalam pidatonya yang emosional, juru bicara manajemen menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal untuk berkomunikasi dengan pihak pusat di Jakarta maupun mitra kerja terkait. Namun, hingga saat ini, kepastian mengenai pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan masih belum menemui titik terang.
“Kami datang ke AKP bersama tim untuk memohon bantuan agar kita semua bisa gajian dan THR bisa terbayarkan. Namun, mereka masih menunggu keputusan yang kemungkinannya sangat kecil,” ujarnya di hadapan para pekerja dalam video postingan akun instagram Esramarrising.
Hal tersebut juga dibenarkan salah seorang karyawan PT Hillcon, Edi Dasopang yang dikonfirmasi via pesan whats app.
“Direksi hillcon tdk membayarkan gaji kami, sampai hari ini,” ujarnya.
Sementara itu GM PT Adhi Kartiko Pratama (AKP), Riki mengatakan bahwa persoalan tersebut merupakan persoalan internal PT Hillcon.
“Ini masalah internal Hillcon yah, kami dari Pihak AKP, semua invoice yang jatuh tempo telah dibayarkan,” katanya saat dikonfirmasi via pesan whats app.
Untuk diketahui PT Hillcon merupakan salag satu kontraktor mining di PT AKP. (red)















