Limbah Cair TPA Puuwatu Kendari Diduga Mengalir ke Kali Wuawua

Pembusukan sampah di TPA Puuwatu menghasilkan limbah cair. Meski telah mempunyai bak penampungan sebagai filter, cairan lini yang dialirkan ke kali masih berwarna hitam pekat.

Kendari, idealita.id – Pencemaran lingkungan akibat limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puwatu, Kota Kendari kembali menjadi sorotan.

‎Selama belasan tahun, cairan hitam pekat hasil pembusukan sampah atau lindi diduga mengalir bebas dan mencemari Kali Wuawua, tanpa penanganan serius dari pemerintah.

‎Anehnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari cenderung membiarkan pencemaran lingkungan tersebut. 

‎Pasalnya, hingga saat ini, belum ada juga langkah kongkret dari Pemkot Kendari untuk menghentikan pencemaran lingkungan tersebut.

‎Dikutip dari kendarikitacom, pada 2023 lalu, redaksi media tersebut mempublikasikan pemberitaan terkait pencemaran limbah lindi TPA Puwatu.  Teranyar, tim redaksi kembali turun langsung meninjau instalasi sumur atau kolam lindi TPA Puwatu, Jumat 3 April 2026.

‎Hasilnya, kondisi instalasi sumur lindi tersebut tak ad perubahan, limbah cair berwarna hitam pekat dan bauh nampak mengalir ke Kali Wuawua. 

‎Warga di sekitar aliran Kali Wuawua mengeluhkan kondisi air yang berubah warna, berbau menyengat. Apalagi, wilayah tersebut merupakan kawasan langganan banjir.

‎“Airnya sekarang hitam dan baunya sangat menyengat. Sudah lama begini, tapi tidak pernah ada solusi nyata,” ujar salah seorang pemuda RW 06 Wuawua, Safrizal, Selasa 7 April 2026.

‎Menurutnya, limbah lindi tersebut terindikasi mengandung zat berbahaya hasil dekomposisi sampah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah dan air, serta membahayakan kesehatan manusia. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

‎“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi juga soal komitmen pemerintah dalam melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Kendari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembiaran tersebut.

‎Masyarakat pun berharap ada langkah cepat dan konkret agar pencemaran Kali Wuawua tidak terus berlanjut dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (red)

Artikulli paraprakDesakan Smelter Menguat, Kades Lalomerui Blak-blakan: Warga Lebih Butuh Jalan dan Manfaat Nyata
Artikulli tjetërBupati Yusran Akbar Raih Penghargaan Top Pembina BUMD Kedua Kalinya