KKN Berdampak UMM 2026 Kenalkan Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk kepada Ibu-Ibu Dasawisma Desa Pandansari

idealita.id: Pandansari, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2026 Desa Pandansari melaksanakan program kerja pemanfaatan limbah kulit jeruk menjadi lilin aromaterapi dengan menyasar salah satu komunitas ibu-ibu di Desa Pandansari, yaitu Dasawisma.

Program ini dirancang sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu Dasawisma, dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungansekitar. Melalui kegiatan tersebut, kulit jeruk yang selama ini berpotensi menjadi limbah diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk kreatif, bermanfaat, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produkUMKM.

Dasawisma sebagai Sasaran Pemberdayaan

Dasawisma dipilih sebagai sasaran program karena komunitasini memiliki peran yang dekat dengan kehidupan masyarakatdi lingkungan tempat tinggal. Melalui kegiatan bersama ibu-ibu Dasawisma, mahasiswa KKN tidak hanya memberikaninformasi mengenai pemanfaatan limbah, tetapi juga mengajak peserta untuk secara langsung mengenal proses pengolahan kulit jeruk menjadi lilin aromaterapi.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Dasawisma dalam mengolah limbahrumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat. Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu alternatifaktivitas produktif yang berpotensi dikembangkan bersama di lingkungan masyarakat.

Mengolah Kulit Jeruk Menjadi Lilin Aromaterapi

Program kerja ini memanfaatkan kulit jeruk sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan lilin aromaterapi. Kulit jerukdipilih karena memiliki aroma citrus yang khas dan dapatmemberikan aroma segar ketika digunakan sebagai bagiandari produk lilin.

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan yang diperlukan, yaitu parafin, kulit dari sekitar 20 buah jeruk, wadah atau cetakan, serta sumbu lilin.

Proses pembuatan dimulai dengan memotong kulit jerukmenjadi bagian-bagian kecil. Selanjutnya, parafin dilelehkanmenggunakan metode double boiler hingga mencair. Kulitjeruk yang telah dipotong kemudian dicampurkan ke dalamparafin cair dan diaduk hingga merata.

Campuran tersebut kemudian dituangkan ke dalam wadahyang telah dipasangi sumbu. Sumbu diposisikan di bagiantengah agar tetap berada pada posisi yang sesuai selamaproses pendinginan. Setelah dituangkan, lilin didiamkan hingga mengeras dan kemudian sumbunya dirapikan sebelum digunakan.

Mengurangi Limbah Sekaligus Menciptakan Produk Kreatif

Pemanfaatan kulit jeruk dalam kegiatan ini menjadi salah satu upaya sederhana untuk mengurangi limbah organik di lingkungan. Kulit jeruk yang biasanya langsung dibuang dapatdimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki fungsisebagai pengharum sekaligus dekorasi ruangan.

Bagi ibu-ibu Dasawisma, kegiatan ini juga dapat menjadisarana untuk mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar. Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki potensi untuk dikemas dan dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Berpotensi Menjadi Ide UMKM Dasawisma

 Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, inovasi lilin aromaterapi dari kulit jeruk juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi ide usaha bagi ibu-ibu Dasawisma. Produk dapat dikembangkan melalui variasi bentuk, ukuran, aroma, kemasan, maupun identitas produk yang mencerminkan potensi Desa Pandansari.

Dengan adanya pengembangan dan pemasaran yang tepat, produk tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hasil praktikselama kegiatan KKN, tetapi juga dapat menjadi salah satualternatif produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Berdampak UMM 2026 berupaya mendorong ibu-ibu Dasawisma untuk melihat limbah dari sudut pandang yang berbeda. Kulit jerukyang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat diubahmenjadi produk yang bermanfaat, memiliki nilai estetika, dan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.

Program pemanfaatan limbah kulit jeruk ini diharapkan dapatmenjadi langkah kecil dalam membangun kebiasaanpengelolaan limbah sekaligus mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi ibu-ibu Dasawisma di Desa Pandansari.

Sumber: KKN Berdampak UMM 2026 — Kelompok 177 Desa Pandansari.

Artikulli paraprakJembatan Perintis Garuda Diresmikan, ANTAM Perkuat Akses dan Konektivitas Warga Konut
Artikulli tjetërKKN Kelompok 177 UMM Sosialisasikan “Isi Piringku” kepada Siswa Kelas 1 dan 2 SDN 2 Pandansari