TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pemerintahan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) terus menggenjot penurunan angka pengangguran. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membuka keran investasi luar guna membuka lapangan kerja di Konawe.
Salah satu cara yang dilakukan Bupati KSK itu ternyata efektif. Sejak periode pertama memimpin (2013-2018), politisi PAN itu telah berhasil menarik investor asal Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Kecamatan Morosi. Lalu, berdirilah industri pengolahan nikel yang dioperasikan oleh PT VDNI dan PT OSS.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Haswandi, pada Januari 2022 lalu mengungkapkan, karyawan lokal yang saat ini bekerja PT VDNI dan PT OSS sebanyak 18.142 orang. Hal itu belum termasuk jumlah karyawan kontraktor yang kalau dijumlahkan mencapai 25 ribu orang. Menurutnya, kawasan mega industri Morosi itu masih ke depannya masih akan membutuhkan karyawan hingga 60 ribu orang.
Terbukanya lapangan kerja untuk puluhan ribu orang tersebut sebelumnya telah disinggung Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Ia mengungkapkan, diawal pemerintahannya pada periode pertama, setidaknya ada 10 ribu angka pengangguran yang tercatat sebagai pencari kerja.
Kondisi tersebut kata KSK, berangsur-angsur menurun seiring banyaknya perekrutan karyawan di PT VDNI dan PT OSS. Hingga periode kedua pemerintahannya, KSK menyebut kalau Konawe tak hanya menyediakan tempat kerja bagi warganya saja. Akan tetapi para pencari kerja se-Indonesia bahkan manca negara.
“Dulu kita di Konawe ada 10 ribu pengangguran. Sekarang justru orang-orang dari berbagai daerah berbondong-bondong ke Konawe untuk mencari kerja,” ujarnya.
Target besar KSK untuk Konawe adalah menekan angka pengangguran seminimal mungkin. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meningkatkan keterampilan para pencari kerja.
Sebagaimana diketahui, data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Konawe mencatat ada 768 pencari kerja. Data tersebut sesuai dengan kartu kuning pada tahun 2021. Jumlah itu pun cenderung menurun jika dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 1.308 orang.
Kepala Disnakertrans Konawe, Joni Pisi menerangkan, total pencari kerja dari tahun 2020 sampai 2021 mencapai 2.076 orang. Akan tetapi, pada tahun 2021 dilakukan penghapusan sebanyak 1.154 orang. Penghapusan itu dilakukan setelah para pencari kerja sebelumnya terkonfirmasi telah mendapatkan pekerjaan.
“Jadi sampai tahun 2021 itu totalnya masih ada 922 pencari kerja yang tercatat di dinas kami,” tandasnya.
Laporan: Mas Jaya
















