Alami Krisis Pertanian, Begini Cara Kades Bendewuta Buat Warganya Tetap Bertahan

Kades Bendewuta, Muliadi.

TRIBUN KONAWE: WONGGEDUKU – Perbaikan saluran irigasi di beberapa titik di Konawe membuat pengairan untuk pertanian terpaksa harus ditutup sementara. Akibatnya, banyak warga yang tak bisa bertani.

Kondisi tersebut juga dialami Warga Desa Bendewuta, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Di desa tersebut, terdapat 242 Kepala Keluarga (KK). Hampir 100 persen dari warganya adalah petani. Mereka mengolah sawah yang luasnya lebih dari 400 hektar (Ha).

“Dengan adanya penutupan saluran irigasi ini, kami tidak bisa bertani. Akibatnya kami di sini bisa dibilang lagi krisis,” ujar Muliadi, Kades Bendewuta.

Lahan pertanian di Bendewuta tampak terbengkalai.

Muliadi bercerita, dirinya sendiri punya 7 Ha lahan pertanian. Namun saat ini tidak ada yang dia olah. Beberapa warganya, ada yang nekad mencoba sawah tadah hujan. Namun hasilnya puso alias gagal. Ada juga yang mencoba peruntungan dengan menanam jagung. Akan tetapi, hasilnya juga gagal, akibat diserang hama.

“Informasinya, irigasi baru buka Agustus. Kalau warga langsung mengolah setelah itu, maka hasilnya pun bisa dibilang nanti awal tahun depan baru bisa dilihat. Artinya, tahun ini warga kami betul-betul belum bisa menikmati hasil panen,” jelasnya.

Untungnya lanjut Muliadi, ada Dana Desa (DD) yang bisa dimaksimalkan untuk membantu memulihkan ekonomi warga. Untuk DD tahap 1, Pemdes Bendewuta telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 80 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selain BLT, ada juga bantuan ketahanan pangan berupa alat semprot pertanian. Rencananya, bantuan tersebut akan diberikan kepada puluhan petani.

Warga memanfaatkan lahan seadanya untuk menanam sayuran.

Hal yang menarik dari Bendewuta ialah desa tersebut ternyata memiliki BUMDes. Badan usaha tersebut mengelola dana pinjaman bantuan modal untuk petani. Bunganya terbilang sangat rendah.

Tiap warga yang memiliki 1 Ha lahan pertanian dapat diberi modal Rp2 juta. Jika dua 2 Ha, berlaku kelipatannya. Dana pinjaman Rp2 juta tersebut bakal dikembalikan sebanyak 2 juta 150 ribu rupiah. Pemberian dan pengembalian modal akan dilakukan per musimnya.

“Pinjaman ini sangat membantu, terlebih dengan kondisi yang ada saat ini. Untuk permodalan di BUMDes kami siapkan dana sampai Rp300 juta,” terangnya.

Menurut Muliadi, keuntungan kotor dari BUMDes tiap tahunnya bisa sampai 40 juta. Dana itu juga yang kemudian dipakai untuk gaji pengurus BUMDes dan masuk ke kas desa guna keperluan lainnya untuk warga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Kabupaten Konawe, Muhammad Akbar menuturkan, total luas area pertanian yang bakal terdampak akibat penutupan saluran irigasi, yakni 6.039 Ha. Selama penutupan berlangsung, Akbar menyarankan petani untuk beralih ke tanaman hortikultura, seperti jagung dan kedelai.

Laporan: Mas Jaya

Artikulli paraprak80 KPM Terima BLT, Kades Bendewuta Sebut Dana Tersebut Sangat Membantu Warga
Artikulli tjetërWarga Area VDNI Dapat Berkah Ramadan Berupa Paket Sembako dari Perusahaan