Bukti Konawe Surga Investasi: IKIP dan KIP Tanam Investasi Puluhan Triliun

Bupati Konawe, KSK saat mendampingi Kapolri dalam kunjungannya ke VDNIP.

TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Konawe adalah masa depan Indonesia. Konawe adalah surga investasi. Dua kalimat itu kerap diucapkan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) dalam berbagai kesempatan.

Apa yang dikatakan orang nomor satu di Konawe itu bukanlah sekadar isapan jempol belaka. Sejak pertama menjabat bupati 2013 lalu, tangan emas KSK berhasil menarik minat investor besar. Lalu berdirilah kawasan Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP) yang didalamnya beroperasi dua perusahan raksasa, PT. VDNI dan PT. OSS.

Kehadiran PT VDNI dan PT OSS, bak angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di Konawe, Sultra dan juga Indonesia. Dua perusahaan itu telah membuka puluhan ribu lapangan kerja, baik yang kerja di dua perusahaan tersebut maupun kontraktor rekanannya. Beragam usaha lainnya pun bertumbuh di area perusahaan.

Bupati KSK saat menunjukan penghargaan yang diterima dari Kementerian Investasi RI.

Investasi besar tersebut membuat Konawe menjadi daerah dengan capaian realisasi investasi tertinggi di Sultra dan peringkat ketujuh nasional, yakni Rp20.056 triliun. Tak puas sampai di situ, KSK menarget bisa bisa masuk tiga besar capaian realisasi investasi nasional tahun 2022.

“Kita target bisa tiga nasional dengan realisasi investasi di atas Rp40 triliun. Pada triwulan kedua tahun ini, capaian kita sudah di atas Rp38 triliun. Makanya sampai akhir tahun ini kita optimis bisa di atas Rp40 triliun. Artinya, nilai ini dua kali lebih besar dari capaian tahun 2021,” jelas pria yang saat ini digadang-gadang jadi kandidat orang nomor satu di Sultra itu.

Lalu, apa yang membuat Konawe kebanjiran investasi tahun 2022 ini? Hal itu ternyata tidak lepas dari masuknya investor besar. Investasi itu berada di Kecamatan Routa dengan kawasan yang disebut Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), serta yang ada di Kecamatan Kapoiala yang disebut Konaweha Industrial Park (KIP).

Kunjungan manajemen PT. SCM ke kantor Bupati Konawe yang diterima Sekda Ferdinand Sapan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan menerangkan, kawasan IKIP saat ini sudah mulai beroperasi. Salah satu perusahaan yang ada di sana bernama PT. SCM. Perusahaan tersebut saat ini tengah melakukan proses penambangan ore nikel.

Di sisi lain lanjut Ferdinand, pembangunan smelter di kawasan tersebut juga tengah berjalan. Begitupun dengan pembangunan panel surya raksasa seluas 500 hektar sebagai pembangkit listrik perusahaan.

Perusahaan tersebut kata Ferdinand diproyeksi bisa lebih besar dari yang ada di kawasan VDNIP. Pasalnya, di sana nantinya tidak hanya berdiri smelter pemurnian ore nikel, akan tetapi juga akan berdiri pabrik yang akan mengolah nikel menjadi baterai lithium.

Kunjungan Sekda Konawe ke kawasan IKIP di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

Sementara untuk KIP tambah Ferdinan, proses pembukaan kawasan saat ini tengah dalam proses ganti rugi lahan. Wilayah yang bakal dikelola saat ini seluas 2000 hektar. Jumlah tersebut kata dia masih bisa bertambah ke depannya nanti.

Menurutnya, kawasan KIP nanti kurang lebih sama besarnya dengan kawasan VDNIP. Sebagai gambaran, jika di VDNIP ada dua tenan yang beroperasi, VDNI dan OSS, maka di KIP nantinya diproyeksi ada delapan perusahaan pengolahan nikel yang bakal beroperasi.

“Sebagai dukungan pemerintah nanti di sana kita buatkan RDTR-nya (Rencana Detail Tata Ruang). Kalau RTRW-nya (Rencana Tata Ruang Wilayah) sudah ada. Tinggal bagaimana nanti daya dukung dari masyarakat kita,” pungkasnya.

Laporan: Mas Jaya

Artikulli paraprakJelang Akhir Pengabdian, KSK Sejahterakan ASN Melalui TPP
Artikulli tjetërMuhammad Randa Pimpin SMSI Konawe Raya