DPRD Konawe dan Pemda Perkuat Sinergi Lewat Rapat Kerja Strategis

Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya saat memimpin rapat bersama Pemda Konawe.

IDEALITA.ID: KONAWE – Dalam upaya memaksimalkan perencanaan pembangunan daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar rapat kerja bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/1/2025).

Rapat ini menjadi momen penting untuk menyosialisasikan Kamus Usulan Pokok-Pokok Pikiran DPRDsekaligus membahas penginputan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe.

Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, yang memimpin langsung rapat tersebut, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperlancar komunikasi antara legislatif dan eksekutif. Menurutnya, penginputan aspirasi masyarakat hasil reses ke dalam sistem SIPD menjadi langkah krusial untuk memastikan perencanaan anggaran berjalan lebih efisien.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh anggota DPRD memahami tata cara penginputan pokok-pokok pikiran dewan. Dengan begitu, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik dan terintegrasi dalam proses penyusunan APBD,” ujar I Made Asmaya.

Kolaborasi Demi Aspirasi Masyarakat

Ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan Pemda dalam mengawal aspirasi masyarakat. “Kami berkomitmen mengawal setiap aspirasi agar dapat diterima dan diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Kerja sama ini adalah kunci untuk merealisasikan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand turut memberikan pandangannya. Ia berharap hasil rapat ini segera diterapkan, sehingga usulan masyarakat yang dikumpulkan melalui reses dapat diintegrasikan dengan baik ke dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

“Harapan kami, proses penyusunan anggaran tahun 2026 berjalan sesuai jadwal. Selain itu, kita harus menyamakan persepsi, khususnya terkait penginputan dan tata cara penyusunan pokok-pokok pikiran yang belum terakomodasi,” ujar Dr. Ferdinand.

Tantangan dan Optimisme

Sekda Konawe juga menyoroti tantangan yang dihadapi, yakni keterbatasan kapasitas keuangan daerah. “Sebanyak apa pun aspirasi masyarakat, jika kemampuan keuangan terbatas, tentu akan menjadi tantangan. Namun, dengan kerja sama yang baik, banyak hal yang bisa kita capai demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Rapat kerja ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi antara DPRD dan Pemda Konawe dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, mereka optimis dapat menghasilkan perencanaan anggaran yang lebih efektif dan berdampak luas. (adv)

Laporan: Mas Jaya

Artikulli paraprakAda Apa dengan RSUD Hingga Kerap Disidak Ketua DPRD Konawe?
Artikulli tjetërWarga Dua Desa di Konawe Tuntut Pengembalian 247 Hektar Lahan Mereka