TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap anak SD (usia 6-11 tahun). Sosialisasi terhadap manfaat vaksinasi pun terus dilakukan di sekolah-sekolah.
Pantauan media ini, kegiatan vaksinasi telah memasuki Minggu kedua. Sudah banyak peserta didik yang mengikutinya. Namun, ada juga orang tua yang enggan jika anaknya harus divaksinasi. Lalu, bagaimana tanggapan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe terkait sanksi jika anak tak ikut vaksinasi?
Menanggapi hal tersebut Kadis Dikbud Konawe, Dr. Suryadi menuturkan, tidak ada sanksi jika anak tidak itu vaksinasi. Menurutnya, dalam SKB menteri pada Maret 2021 lalu tidak dijelaskan secara spesifik terkait masalah tersebut. Meski demikian entitas lain yang berada di sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tata usaha wajib melakukan vaksinasi.

Meski tidak ada sanksi lanjut Suryadi, pihaknya tetap menganjurkan orang tua agar mengikutsertakan anaknya untuk vaksinasi. Sebab, jangan sampai ke depannya, vaksinasi akan jadi syarat terhadap kebijakan baru pemerintah pusat. Misalnya, untuk menerima bantuan sebagai mana yang terjadi di masyarakat umum hari ini.
“Sanksi tidak ada. Tetapi kami imbau untuk vaksin. Jangan sampai ke depannya jadi syarat. Kita tidak tahu kebijakan ke depannya,” jelasnya.
Suryadi menegskan, jika ada sekolah yang mengharuskan vaksinasi untuk peserta didiknya pihaknya memberi apresiasi. Hal seperti itulah yang seharusnya dilakukan. Mengingat, perintah vaksinasi turun dari pusat ke provinsi, kabupaten/kota, hingga ke camat dan desa/kelurahan.
“Kita target 27 peserta didik yang jadi sasaran vaksinasi bisa terpenuhi dalam waktu yang tidak begitu lama,” jelasnya.
Hari ini (2/2/2022) Suriyadi kembali melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi di SDN 2 Wonggeduku. Di lokasi didampingi Camat Wonggeduku Barat (Wobar) Abdul Hasim, Kepala Desa (Kades) Wonggeduku, Syawal, Kepala Puskesmas (Kapus) Wobar, Hj. Rosnani dan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Wonggeduku Laris.
Suriyadi disela-sela kunjungannya itu, memberikan dukungan terhadap Zyazha dan Vikratuha Azisah, siswa kelas satu yang paling pertama melakukan vaksinasi.
“Patut kita berikan apresiasi terhadap anak-anak kita yang sudah berani mengikuti vaksinasi. Vaksinasi ini bukan untuk ditakuti, melainkan diyakini bahwa untuk kesehatan kekebalan tubuh kita semua, khususnya untuk adik-adik di bangku sekolah ini,” tandasnya.
Laporan: Mas Jaya
















