
TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Ratusan guru larut dalam suasana bahagia dan juga haru di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Kamis (7/4/2022). Hari ini mereka bakal menerima SK tugas sebagai guru dengan status P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Penandatanganan kontrak kerja dan penyerahan SK tugas tersebut terasa makin berkesan karena dihadiri langsung Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Orang nomor satu di daerah lumbung beras tersebut sengaja hadir, meski pada waktu yang sama ia juga punya undangan untuk menyambut tetamu dari pusat yang berkunjung di TP VDNI.

Sebelum masuk ke acara inti, Haspian, yang merupakan Ketua Forum Guru Honorer PGRI Kabupaten Konawe menyampaikan orasinya. Ia pun mengisahkan bagaimana selama ini guru honorer berjuang mengabdikan dirinya tanpa status yang jelas. Pengabdian selama bertahun-tahun itu akhirnya terjawab dengan dibukanya lowongan penerimaan guru P3K.
“Kita semua bisa berada di tempat ini, juga tidak lepas dari peran Bupati Konawe dan jajarannya yang berjuang agar guru-guru honorer di Konawe mendapatkan status yang jelas,” bebernya.
Haspian juga sempat mengenang beberapa teman guru honorer yang telah lama mengabdikan dirinya, namun tak bisa membersamai. Mereka telah menghadap sang Illahi dan belum sempat melihat buah dari perjuangannya.

“Kita kirimkan juga doa buat teman seperjuangan yang telah pergi dan tidak membersamai kita hari ini,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) tampak begitu bersemangat saat membawakan sambutannya. Ia menuturkan, dirinya bukanlah apa-apa kalau bukan dari peran seorang guru.
Bupati dua periode itu mengungkapkan, pendidikan merupakan program prioritas di Konawe. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi pokok program di Konawe, yakni bagaimana masyarakat bisa makam, bisa belajar dan bisa sehat. Makna dari “bisa belajar” dari ungkapan tersebut ialah meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan, termasuk kesejahteraan para guru.
“Dari guru inilah, Konawe terus berubah menjadi yang the best. Itu terbukti dari beberapa capaian kita yang luar biasa. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di Sultra empat tahun berturut-turut, pengentasan pengangguran tercepat hingga realisasi investasi yang mencapai peringkat 7 nasional,” jelasnya.

KSK mengaku, saat pertama menjabat bupati, tidak jarang orang yang pesimis terhadap dirinya. Bahkan ketika pertama kali ia menarik investor untuk masuk ke Morosi, orang menyindirnya kalau ia sedang mabuk.
“Tetapi lihatlah sekarang Konawe menjadi daerah berkembang pesat di Sultra bahkan Indonesia. Dan itu tidak lepas dari peran dari pada guru sekalian,” pungkasnya.
Laporan: Mas Jaya















