IDEALITA.ID: KONAWE – Angin laut berhembus pelan di Pantai Tanjung Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Deretan bibit pohon mulai berdiri tegak di pasir ditanam oleh tangan-tangan muda mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) Konawe. Sejak awal Oktober, suasana pantai ini tampak lebih hijau dan asri.
Selama tiga hari, 2–4 Oktober 2025, sebanyak 60 mahasiswa baru Fakultas Pertanian Unilaki, bersama senior mereka, turun langsung ke pesisir. Mereka bukan hanya menanam pohon, tetapi juga membersihkan pantai dari sampah plastik dan kotoran yang mengganggu keindahan alam.
Camat Kapoiala, Muh Sobri Rustam, yang hadir di lokasi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, langkah sederhana mahasiswa ini punya arti besar.
“Pantai jadi lebih bersih, ekosistem tetap terjaga, dan masyarakat makin sadar pentingnya menjaga lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam kelak akan jadi penahan abrasi, rumah bagi satwa, sekaligus mempercantik kawasan wisata,” ujarnya.
Sobri menyebut, hutan pantai ibarat benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari ancaman bencana. Ia percaya kegiatan seperti ini akan memperkuat potensi wisata Konawe yang tengah didorong lewat program Gebyar Wisata Konawe Bersahaja.
Ucapan terima kasih pun ia sampaikan kepada mahasiswa Unilaki. “Terima kasih sudah memilih Tanjung Lalimbue sebagai lokasi bakti sosial. Jangan takut berdesa, karena desa bukan lagi halaman belakang Republik Indonesia,” pesannya.
Lebih dari sekadar menambah ruang hijau, aksi tanam pohon ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda. Di balik keringat dan pasir yang menempel di kaki, tersimpan harapan agar Konawe tumbuh sebagai daerah wisata yang bersahabat dengan alam—tempat di mana pohon, laut, dan manusia bisa hidup berdampingan.
Laporan: Mas Jaya
















