“Omon-Omon Manis” Lurah Lawulo Dibalas Aksi Nyata Bupati Konawe

IDEALITA.ID: KONAWE – Kisah pilu yang menimpa pasangan Labade dan Rukiani, warga Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi yang hidup dalam himpitan ekonomi, kini jadi atensi Bupati Konawe, H. Yusran Akbar.

Bupati Konawe langsung melakukan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan pribadi sehari setelah mendapati kabar tersebut. Berbanding terbalik, lurah setempat malah sibuk memberikan klarifikasi dengan “omon-omon manis” di media massa atas kehidupan Keluarga Labade.

Kehidupan miris Labade dan keluarga terendus publik saat sejumlah awak media mendatangi kediamannya, Selasa (16/9/2025). Saat itu Labade mencurahkan kondisinya yang begitu miris.

Labade mengaku hanya pria pekerja serabutan di kebun sawit. Ia juga merupakan penyandang disabilitas, dengan tangan kiri mengalami cacat bawaan sejak lahir. Sementara istrinya, Rukiani, ia merupakan seorang ibu rumah tangga dengan kondisi fisik yang juga terbatas. Ia sudah lama mengalami gangguan penglihatan. Keduanya, tinggal bersama seorang remaja (anak Rukiani) yang ternyata sudah putus sekolah.

Saat kabar Labade viral dan menjadi sorotan, Lurah Lawulo, Lyly Suyatim langsung memberikan klarifikasi di media massa. Ia menerangkan jika sejumlah bantuan telah diberikan kepada keluarga Labade, seperti program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pembangunan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) serta bantuan bedah rumah.

Kunjungan awak media ke rumah pasangan Labade dan Rukiani.

Saat awak media kami mencoba melakukan klafirikasi yang sama, pada Kamis (18/9/2025), Lyly Suyatim juga menerangkan hal yang sama. Namun ketika pertanyaan awak media berupaya memberikan fakta lapangan, Lyly lebih banyak berkilah dengan jawaban tidak banyak tahunya.

Fakta lapangan kami konfirmasi langsung kepada keluarga Labade dan tetangganya justru berbanding terbalik dengan pernyataan Lurah Lyly. Misalnya, bantuan PHK yang dulu diterima Labade, ternyata sudah tidak lagi.

Kemudian, bantuan bedah rumah yang dikatakan, bukan diberikan oleh pemerintah setempat. Melainkan sumbangan pribadi Bapak Buhari Matta belasan tahun silam.

Lalu pembangunan MCK yang dikatakan tak terawat itu, fakta lapangan menujukan hal lain. Fasilitas itu diperkirakan telah dibangun belasan sampai dua puluh tahun lalu. Fasilitas itu sudah bertahun-tahun silam rusak dan kini hanya tersisa tumpukan batu di antara rumah warga.

Kisah keluarga Labade, seolah menjadi alarm penting bagi pemerintah tingkat kelurahan dan desa untuk lebih proaktif memberikan perhatian terhadap warganya. Sikap pasif Lurah Lyly yang hanya mampu memberikan “omon-omon manis” di media, langsung balas dengan aksi nyata Bupati Konawe, H. Yusran Akbar yang tanpa birokrasi panjang langsung turun tangan membantu warganya, bahkan dengan dana pribadinya.

Laporan: Mas Jaya

Artikulli paraprakUsai Bantu Tunai, Bupati Konawe Mulai Bangun MCK untuk Keluarga Labade
Artikulli tjetërJMSI Beri Kontribusi Nyata Dalam Perkuat Wawasan Kebangsaan