Konawe, idealita.id – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha terus dikembangkan melalui pemanfaatan lahan pertanian produktif. Kali ini, Kebun SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) menghasilkan panen kacang panjang sebanyak 50 kg. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan praktis di bidang pertanian sekaligus mendorong produktivitas secara berkelanjutan.
Proses panen melibatkan dua orang warga binaan berinisial H dan A di bawah pengawasan petugas. Peserta magang yang bertugas pada bidang ketahanan pangan turut mendampingi kegiatan tersebut. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari pembinaan berbasis praktik yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui aktivitas pertanian secara langsung.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Ridwan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu sarana untuk membangun kemandirian warga binaan melalui pengalaman kerja yang aplikatif. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan kemandirian perlu memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan seperti ini, mereka dapat melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketekunan. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana,” ujarnya.
Petugas pengawas kegiatan, Djumadi Margo Utomo, menambahkan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan proses panen berlangsung tertib sekaligus mendukung keterlibatan warga binaan dalam kegiatan ketahanan pangan.
“Pendampingan ini penting agar kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus memberi kesempatan kepada warga binaan untuk belajar langsung melalui praktik pertanian,” ungkapnya.
Pendampingan petugas serta keterlibatan peserta magang turut menunjang pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai ketentuan. Rutan Unaaha terus mengoptimalkan potensi lahan pertanian sebagai sarana pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan warga binaan, menumbuhkan kemandirian, serta mempersiapkan mereka untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat. (red)















