PKK Konawe Hadirkan “Rumah Dilan Bersahaja”, Wadah Edukasi dan Kreativitas

Konawe, idealita.id – Bupati Konawe, Haji Yusran Akbar, ST, resmi membuka Rumah Dilan Bersahaja binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe di Kelurahan Sendang Mulyasari, Kecamatan Tongauna, Kamis (17/9/2026). Peresmian ini menandai lahirnya pusat pendidikan, keterampilan, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menjadi bagian dari program nasional ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Rombongan Bupati Konawe dan Ketua TP PKK Kabupaten Konawe disambut meriah dengan Tarian Adat Reok Ponorogo, sebuah pertunjukan seni yang mencerminkan kekayaan budaya dan semangat kebersamaan warga setempat. Suasana semakin hangat ketika Bupati Yusran Akbar menyapa warga dengan pantun jenakanya, disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa Rumah Dilan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol perubahan mindset masyarakat yang salah satu programnya dalam mengelola sampah dan meningkatkan keterampilan. “Sampah kalau hanya dikumpulkan, paling dapat Rp1.000 per kilo. Tapi kalau diolah jadi kerajinan, nilainya bisa berkali-kali lipat. Ini yang kita dorong,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga menginstruksikan kepada Kabag Pemerintahan untuk mempersiapkan Kelurahan Sendang Mulyasari mengikuti lomba desa tahun depan, dengan target menjadi kelurahan dengan indeks toleransi tertinggi di Kabupaten Konawe. “Warga di sini majemuk—ada Jawa, Bali, Bugis, Toraja—tapi rukun. Ini potensi besar. Kalau lingkungan bersih dan toleransi tinggi, turis pasti datang,” tambahnya.

Acara turut dihadiri sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten, Kecamatan hingga Kelurahan, Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Konawe, Isna Edi Raharjono bersama jajarannya, istri Ketua DPRD Konawe, sejumlah Kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Konawe, serta masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan lintas sektor terhadap program Rumah Dilan.

Ketua TP PKK Kabupaten Konawe dalam sambutannya menjelaskan bahwa Rumah Dilan merupakan program utama Pokja 2 yang membidangi pendidikan dan keterampilan. “Tempat ini milik warga, bukan pribadi. Kita ingin keberlanjutan. Jangan sampai karena lahan pribadi, program ini berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil kerajinan daur ulang dari ibu-ibu PKK akan dibeli melalui kerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Konawe. “Jadi jangan pesimis. Kumpulkan sampah, pilah, dan olah. Insyaallah bernilai,” ajaknya.

Rumah Dilan Bersahaja di Sendang Mulyasari sebelumnya merupakan tempat pengajian yang dikemas multifungsi. Berkat dukungan langsung Bupati Konawe, lokasi tersebut direnovasi total—mulai dari pengecatan, plafon, hingga karpet baru. “Alhamdulillah, Bapak Bupati langsung turun melihat kondisi dan mengeksekusi perbaikan. Ini bukti dukungan nyata,” ujar Ketua TP PKK.

Program ini menargetkan pendirian Rumah Dilan di 28 kecamatan se-Kabupaten Konawe. Kader PKK di desa dan kelurahan akan dilibatkan untuk mengidentifikasi lokasi yang layak dan potensial.

Acara juga dirangkai dengan penyerahan bantuan buku bacaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe kepada Ketua TP PKK Kelurahan Sendang Mulyasari. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan dan mendukung program pendidikan di Rumah Dilan.

Dengan diresmikannya Rumah Dilan Bersahaja, Kelurahan Sendang Mulyasari kini menjadi percontohan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat mampu menciptakan solusi berkelanjutan untuk lingkungan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan. (red)

Artikulli paraprakKolaborasi Antam, TNI dan Pemkab Konut Hadirkan Jembatan Perintis Garuda