Konawe, idealita.id – Kebiasaan merokok di kawasan rumah sakit masih menjadi persoalan. Meskipun telah ada larangan dan sanksi, sejumlah pengunjung kerap merokok sembunyi-sembunyi dan membuang puntung sembarangan di area yang seharusnya steril.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari dr. Romi Akbar, Direktur RSUD Konawe. Ia meminta masyarakat, khususnya pengunjung rumah sakit, untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dan mematuhi larangan merokok di lingkungan rumah sakit.
Menurut dr. Romy Akbar, dalam beberapa bulan terakhir dirinya kerap menemukan puntung rokok berserakan di sejumlah area rumah sakit saat melakukan pemantauan langsung.
Temuan terbaru bahkan terjadi di kawasan ring satu rumah sakit. Sejumlah pengunjung masih nekat merokok secara sembunyi-sembunyi, kemudian membuang puntung rokok sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan lingkungan.
“Beberapa bulan terakhir ini saya sering keliling dan melihat masih banyak puntung rokok di area rumah sakit. Yang terbaru, di wilayah ring 1 rumah sakit masih ada pengunjung yang sembunyi-sembunyi merokok, lalu seenaknya membuang puntung rokok sembarangan,” ungkap dr. Romy Akbar.
Ia menyayangkan perilaku tersebut karena pihak rumah sakit selama ini telah berupaya keras menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien maupun pengunjung.
Menurutnya, kebiasaan merokok di kawasan rumah sakit bukan hanya persoalan ketidakpatuhan terhadap aturan, tetapi juga dapat mengancam kualitas pelayanan dan penilaian akreditasi rumah sakit.
“Susahlah kita menjaga supaya kebersihan bagus, tetapi masih ada orang yang enteng saja merokok di kawasan rumah sakit. Puntung rokoknya pun dibuang sembarangan,” tegasnya.
Ia mengingatkan, keberadaan puntung rokok yang ditemukan tim asesor saat proses penilaian akreditasi dapat berdampak serius terhadap penilaian rumah sakit.
“Kalau satu saja puntung rokok ditemukan oleh tim asesor akreditasi rumah sakit, status akreditasi kita bisa turun. Karena itu, jangan anggap sepele persoalan ini,” ujarnya.
dr. Romy Akbar pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang harus dijaga kebersihan, kenyamanan, dan keamanannya.
Romi Akbar mengingatkan, saat ini Pemkab Konawe tengah dalam giat-giatnya mempersiapkan diri dalam penilaian Piala Adipura. RSUD Konawe masuk dalam lokus yang akan dinilai.
“Kalau bukan kita semua yang sama-sama ikut menjaga kebersihan rumah sakit, siapa lagi? Mari kita sama-sama menjaga kebersihan rumah sakit untuk kebaikan kita semua,” tutupnya.















