IDEALITA.ID: KONAWE – Tak tanpa gelar akademik, namun punya segudang prestasi, itulah Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK).
Belakang nama KSK, memang tidak memiliki embel-embel gelar sarjana atau magister, apalagi doktor. Namun, karirnya selama berpolitik mampu berada di atas orang-orang bergelar, bahkan penyandang doktor sekalipun.
Prestasi KSK, selama memimpin Konawe dua periode, juga bukan kaleng-kaleng. Konawe pada beberapa hal, selalu menjadi kabupaten nomor satu. Bahkan Konawe juga selalu tampil gemilang di kancah nasional.
Capaian-capaian tersebut ternyata menarik perhatian guru besar yang juga Rektor Universitas Lakidende, Prof. Hj. Rostin. Pada momen penyerahan program beasiswa dari Pemkab Konawe untuk mahasiswa Unilaki, guru besar tersebut memberikan pandangannya tentang pribadi seorang KSK.
Menurut Rostin, KSK pada beberapa momen saat bersama sejumlah akademisi kerap merasa berkecil hati. Hal itu karena KSK tidak memiliki gelar akademik apapun. Akan tetapi bagi Rostin, KSK merupakan sosok luar biasa.
“Pak bupati hanya karena tidak memiliki gelar, kerap merasa kecil hati. Padahal, bagi saya yang seorang profesor, dia lebih profesor dengan capaiannya saat ini,” ujarnya.
Ungkapan Rostin yang menyatakan KSK lebih profesor itu bukan tanpa sebab. Ia yang selama ini kerap berbincang-bincang dengan KSK menyadari bahwa wawasan bupati dua periode itu cukup luar. Saat berbicara tentang ekonomi KSK menguasainya, mulai dari hal terkecil sampai yang besar.
Begitu pula ketika KSK berbicara tentang isu lainnya, wawasan KSK tak kalah mencengangkan. KSK dinilai Rostin menguasai banyak bidang, ketimbang seorang profesor yang umumnya lebih menguasai salah satu bidang saja.
“Belum lagi capaian-capaian dan penghargaan yang diterima KSK selama menjabat bupati. Ini menunjukan kalau bupati kita ini luar biasa dan mampu bersaing dengan daerah lainnya di kancah nasional,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut KSK justru melimpali kalau dirinya merasa menyesal karena tidak bersekolah lebih tinggi. Kata dia, kalau diberi kesempatan ia masih ingin melanjutkan studi.
“Kalau ada kesempatan, sebenarnya saya juga masih ingin kuliah juga,” ujarnya sembari bercanda.
Meski tak punya pendidikan tinggi lanjut KSK, dirinya ingin setiap warga Konawe punya pendidikan yang lebih baik. Tak heran jika kemudian program pendidikan menjadi prioritas di Konawe. Lebih dari 23 persen ABPD Konawe untuk pendidikan. Ratusan mahasiswa Unilaki telah diberi beasiswa. Sejumlah pejabat Konawe diberi beasiswa kuliah doktor. Pemerintahan KSK terus berupaya memberikan pemerataan fasilitas sekolah yang ada di daerah pelosok Konawe.
“Program utama KSK itu, yang penting masyarakat bisa makan, bisa sehat dan bisa berpendidikan,” tandasnya.
Laporan: Mas Jaya
















