
IDEALITA.ID: KONAWE – Tim Ekspedisi Patriot 2025 resmi memulai kajian strategis di Kabupaten Konawe, khususnya kawasan transmigrasi Asinua dan Routa. Program ini bertujuan menyusun peta jalan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dengan pendekatan multidisiplin.
Tim yang beranggotakan peneliti dan praktisi dari Universitas Indonesia ini akan meneliti kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya, ekologi, hingga kelembagaan di kawasan transmigrasi. Kajian lapangan akan berlangsung selama empat bulan melalui FGD, wawancara, observasi, serta pengumpulan data spasial dan demografis.

Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan Pemda siap memfasilitasi kebutuhan tim, mulai dari pemetaan potensi, akses data, hingga dukungan teknis.
“Program Transmigrasi Patriot adalah momentum emas bagi Asinua dan Routa untuk mengejar ketertinggalan. Kolaborasi ini akan menjadi fondasi bagi investasi, business plan, dan ekosistem ekonomi yang terintegrasi,” ujarnya.
Ekspedisi ini dipimpin oleh Dr. Abellia Anggi Wardani, S.Hum., M.A., dengan tim yang terdiri dari pakar lintas bidang. Hasil penelitian diharapkan menjadi panduan strategis untuk membangun korporasi masyarakat berbasis transmigrasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Bagi Konawe, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot 2025 bukan sekadar riset, tetapi langkah nyata menuju transformasi kawasan transmigrasi agar lebih adil, berdaya saing, dan berkelanjutan. (mj)















