Milad ke-VI TBTS, Israh Malaka Tekankan Regenerasi dan Persaudaraan

KONAWE, IDEALITA.ID – Suasana penuh kekeluargaan mewarnai peringatan Milad ke-6 Tamalaki Budaya Tolaki Sulawesi Tenggara (TBTS) yang digelar di Kelurahan Tongauna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (29/8/2026).

Peringatan hari jadi organisasi tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan TBTS selama enam tahun. Kegiatan Milad tersebut dirangkaikan dengan Pendidikan Dasar (Diksar) XII bagi kader baru TBTS.

Ketua Umum TBTS, Israh Malaka, dalam sambutannya mengatakan, momentum Milad ke-6 memiliki makna yang mendalam bagi eksistensi organisasi. Menurutnya, perjalanan pengabdian selama enam tahun tidak akan memiliki arti tanpa adanya proses regenerasi yang berkelanjutan.

“Pelaksanaan Diksar XII bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar organisasi sekaligus memperkokoh tali persaudaraan dan silaturahmi di antara seluruh anggota,” ujarnya.

Ia menambahkan, Agustus 2026 menjadi bulan istimewa bagi TBTS karena bertepatan dengan peringatan hari jadi organisasi yang keenam. Di sisi lain, Agustus juga menjadi bulan yang sakral bagi bangsa Indonesia karena seluruh masyarakat masih berada dalam nuansa peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semangat kemerdekaan dan semangat Proklamasi harus terus mengalir dalam diri kita. Semangat tersebut juga harus menjadi inspirasi bagi kita untuk mengenang dan meneruskan perjuangan para leluhur Suku Tolaki serta para tamalaki yang telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Tolaki,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Dewan Pembina TBTS, Ramadhan, mengajak seluruh anggota untuk menjaga persatuan dan membangun kesamaan persepsi dalam mengembangkan organisasi.

“Kita adalah satu kerukunan keluarga dalam sebuah himpunan organisasi. Karena itu, kita harus menyatukan persepsi dan pikiran dalam membangun serta mengembangkan organisasi ini,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan TBTS tidak sekadar menjadi wadah perkumpulan. Menurutnya, tamalaki telah dikenal sejak zaman nenek moyang masyarakat Tolaki sehingga nilai-nilai yang diwariskan perlu dijaga dan diteruskan oleh generasi saat ini.

“Tamalaki itu sudah ada sejak nenek moyang kita. Ini bukan sesuatu yang kita karang-karang. Karena itu, saya berharap seluruh anggota mari bersatu padu dalam menjunjung tinggi adat dan budaya Suku Tolaki,” ujarnya.

Ramadhan juga berpesan agar setiap anggota menjadikan organisasi sebagai ruang untuk belajar, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan diri. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal bagi seseorang untuk berkontribusi lebih besar di tengah masyarakat.

“Jangan menganggap organisasi hanya sebagai tempat berkumpul. Kita harus belajar. Tidak menutup kemungkinan dari organisasi ini lahir pemimpin-pemimpin yang nantinya bisa menjadi kepala desa, anggota dewan ataupun bupati,” tambahnya.

Mewakili Polsek Tongauna, Aipda Dirman menyampaikan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia mengajak jajaran TBTS untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian sehingga keberadaan organisasi dapat memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara organisasi Tamalaki dan kepolisian harus terus dibangun melalui komunikasi dan koordinasi yang baik,” ungkapnya.

Ia berharap, momentum Milad ke-6 TBTS dapat menjadi awal untuk semakin memperkuat hubungan dan kerja sama antara TBTS dengan kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan serta ketertiban di tengah masyarakat.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) TBTS I, Burhan Tuduosu, menjelaskan bahwa organisasi Tamalaki Budaya Tolaki Sulawesi Tenggara telah terdaftar secara resmi pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sejak 2021.

Menurutnya, legalitas tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan organisasi dalam menjalankan kegiatan serta membangun kader yang memiliki karakter dan kepribadian yang baik.

“Di organisasi ini kami membentuk kader-kader yang memiliki etika, sopan santun dan kepribadian yang baik. Ketika seseorang bergabung dalam organisasi, harus ada perubahan karakter ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Burhan menekankan bahwa setiap anggota TBTS harus menjaga nama baik organisasi dengan mengedepankan etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya ingatkan kepada seluruh anggota, ketika sudah masuk dalam organisasi Tamalaki Budaya Tolaki Sulawesi Tenggara, harus memiliki etika. Jangan sampai keberadaan kita justru merusak nama baik organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Sara TBTS, Rustam Duhasa, mengimbau masyarakat agar tidak alergi terhadap organisasi, khususnya organisasi yang membawa nama tamalaki.

Menurutnya, TBTS selama ini telah menghadirkan berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pendekatan kemasyarakatan hingga membantu menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah dan komunikasi.

“Jangan risih atau alergi terhadap organisasi, apalagi organisasi yang berslogankan tamalaki. TBTS sudah banyak melakukan kegiatan positif, baik dalam bidang sosial maupun kemasyarakatan,” katanya.

Ia menyebut, TBTS juga telah beberapa kali memberikan bantuan sosial, termasuk santunan kepada panti asuhan. Selain itu, organisasi tersebut turut berupaya menjadi bagian dari penyelesaian persoalan di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan memberikan solusi.

“Organisasi ini harus terus hadir memberikan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat. Kalau ada persoalan, kita harus mampu menjadi bagian yang memberikan solusi, bukan justru menambah persoalan,” tambahnya.

Rustam juga berpesan kepada seluruh anggota agar aktivitas berorganisasi senantiasa diimbangi dengan peningkatan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, kehidupan di dunia bersifat sementara sehingga setiap anggota perlu mempersiapkan diri dengan memperkuat keimanan dan memperbanyak amal kebaikan.

“Kita berorganisasi, tetapi jangan lupa dengan agama. Kita tidak hidup kekal di dunia. Kehidupan dunia ini hanya sementara dan kita semua akan kembali kepada kehidupan akhirat. Karena itu, jadikan organisasi sebagai wadah untuk berbuat baik, mempererat persaudaraan, sekaligus meningkatkan nilai-nilai keagamaan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Polsek Tongauna Aipda Dirman, Kepala Desa Andeposandu Ramadhan, tokoh masyarakat Muh. Akbi Moita, BA, dan Teko, jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TBTS, serta anggota TBTS.

Peringatan Milad ke-6 TBTS dan Diksar XII tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, regenerasi kader, pelestarian adat dan budaya Tolaki, serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat. (red)

Artikulli paraprakWabup Konawe Kukuhkan Tujuh Kwartir Ranting Pramuka di Konawe
Artikulli tjetërBupati Konawe Apresiasi Gotong Royong di Puncak Kemah Bakti dan Festival Bahari