RSUD Konawe Ambil Langkah Cepat Tangani Puluhan Siswa yang Diduga Keracunan MBG

Direktur RSUD Konawe mendampingi Wabup Konawe, Ketua DPRD dan Sekda saat menjenguk korban dugaan keracunan MBG.

Konawe, idealita.id – Sebanyak 31 siswa SMA Negeri 1 Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, makanan yang disajikan kepada siswa yang diduga keracunan terdiri dari tahu, bakso, wortel, dan kol.

Tidak hanya siswa, sejumlah guru yang turut mencicipi menu tersebut juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, di antaranya rasa gatal pada tubuh.

Informasi mengenai adanya dugaan keracunan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe dengan melakukan langkah cepat guna memberikan pelayanan medis kepada para korban.

Direktur RSUD Konawe, dr. Romi Akbar, melalui Humas RSUD Konawe, Asrif Banasuru, mengatakan bahwa pihak rumah sakit langsung mengaktifkan prosedur penanganan darurat sesaat setelah menerima informasi mengenai adanya siswa dan guru yang mengalami keluhan usai mengonsumsi makanan MBG.

“Begitu menerima informasi, kami segera menyiapkan Unit Gawat Darurat (UGD) agar siaga penuh untuk menerima pasien. Tim medis juga langsung disiapkan guna melakukan penanganan secepat mungkin,” ujar Asrif.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan di UGD, RSUD Konawe juga menyiapkan ruang perawatan bagi pasien yang membutuhkan observasi maupun rawat inap.

“Kami memastikan seluruh fasilitas pendukung, termasuk ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan, dalam kondisi siap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami keluhan serta menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Sementara itu, kondisi para siswa yang terdampak terus dipantau oleh tenaga medis. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan segera melakukan investigasi untuk memastikan penyebab insiden dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (red)

Artikulli paraprakWakil Ketua Komisi II DPR RI Komitmen Kawal Program PTSL di Sultra
Artikulli tjetërStivehnz Ginal Sambari Kembali Nakhodai PGSI Konawe, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas