Kunci Ambulans Tercecer, Pasien Melahirkan Puskesmas Tongauna Naik Pikap

Pasien ibu melahirkan di Puskesmas Tongauna Kabupaten Konawe saat hendak di rujuk ke RS Setia Bunda menggunakan mobil pikap.

Konawe, idealita.id – Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu melahirkan di Puskesmas Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara terpaksa dirujuk menggunakan mobil pikap. Padahal, saat itu mobil Ambulans masih ada terparkir.

Dalam rekaman yang diunggah melalui akun Facebook Askun Korex, seorang pria dengan nada kecewa mempertanyakan keputusan puskesmas merujuk pasien menggunakan mobil pikap. Padahal, menurutnya, ambulans tersedia di puskesmas tersebut.

“Masa pasien rujukan mau dikasih pindah di mobil pikap? Bahaya, Puskesmas Tongauna, sementara mobil ambulans puskesmas ada,” ujar pria itu dalam video, seperti dikutip, Senin.

Bukan tanpa alasan. Ia menyebut ambulans tak kunjung digunakan lantaran alasan klasik yang membuat miris: kunci kendaraan tidak ditemukan.

“Bagaimana ini penanganan Puskesmas Tongauna? Kita orang Kelurahan Tongauna baru dikasih begini. Mobil ada, alasan kunci lagi. Mau kasih naik di mobil pikap, bisa kah oksigen naik di depan? Terpaksa pasien kita paksa naik di belakang,” katanya penuh kekecewaan.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Tongauna, Santi membantah adanya penelantaran pasien. Santi menjelaskan, pasien tersebut masuk ke PKM Tongauna pada Senin (19/10/2026).

Sejak pasien tiba, tenaga kesehatan, khususnya bidan, melakukan pendampingan selama proses persalinan berlangsung.

‎Tepat pukul 19.00 WITA, pembukaanya lengkap. Bidan kemudian memberikan pendampingan hingga diantar untuk melahirkan.

‎“Bidan kami mendampingi pasien ini hingga pembukaan lengkap, mereka juga antar,” ujar Santi.

‎Saat proses melahirkan, bayi pasien tak kunjung keluar, sedangkan ketuban sudah pecah keruh.

‎”Bidan kemudian meminta agar pasien dirujuk ke RS Setia Bunda. Bidan juga menyiapkan persiapan rujuk,” ungkapnya.

‎Saat dilakukan persiapan, petugas kemudian berupaya menyiapkan ambulans puskesmas sebagai kendaraan rujukan.

‎Namun, proses tersebut terkendala karena kunci ambulans yang disimpan di atas lemari tidak ditemukan saat dibutuhkan.

‎“Iji mobil kemarin habis dicuci. Petugas menyimpan kuncinya di atas lemari, tetapi sampai pukul 03.00 Wita kami cari tidak ditemukan,” ungkapnya.

‎Menghadapi kendala tersebut, petugas berupaya mencari alternatif kendaraan dengan meminjam mobil milik warga di Kecamatan Tongauna. Akan tetapi, kendaraan jenis Toyota Avanza yang tersedia dinilai memiliki keterbatasan untuk kebutuhan pengangkutan pasien, terutama dalam penempatan tabung oksigen di bagian kabin.

‎Dalam situasi tersebut, keluarga pasien akhirnya mengambil keputusan untuk menggunakan mobil pikap sebagai kendaraan rujukan.

‎Santi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan masyarakat Kecamatan Tongauna atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak puskesmas tetap berupaya memberikan pendampingan kepada pasien, meskipun proses rujukan menghadapi kendala pada ketersediaan kendaraan.

‎“Kami memohon maaf kepada keluarga pasien dan seluruh masyarakat Tongauna atas kejadian ini. Dua bidan kami masih melakukan pendampingan saat proses rujuk hingga akhirnya melahirkan. Ibu dan bayi pasien selamat,” ujarnya.

‎Ia menegaskan insiden tersebut bukan tindakan yang disengaja, melainkan terjadi akibat kendala komunikasi dan koordinasi petugas, termasuk persoalan penyimpanan kunci ambulans. (red)

‎

‎

Artikulli paraprakSederhana Namun Bermakna: Cara Kapolres Konawe Mengajarkan Arti Melayani
Artikulli tjetërKasus Pasien Naik Pikap, Kadinkes Konawe: Murni Kelalaian Puskesmas Tongauna