Konawe, idealita.id – Kasus pasien melahirkan baik mobil pikap di Puskesmas Tongauna mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Konawe, Yones menyambut kasus tersebut murni kelalaian pihak Puskesmas.
Merespons kasus tersebut, Yones langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tongauna, Selasa (20/10/2026). Sidak ini dilakukan guna mengorek keterangan sekaligus menelusuri penyebab insiden tersebut.
Berdasarkan penelusuran, alasan di balik tidak digunakannya ambulans puskesmas ternyata sangat klasik. Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas (Kapus) Tongauna, Santi, dihadapan Kadinkes Konawe mengakui bahwa kunci mobil ambulans dalam keadaan tercecer dan baru ditemukan pada Selasa siang ini.
“Penyebabnya hanya persoalan kunci mobil ambulans yang tercecer, dan nanti siang ini baru didapatkan,” ungkap Yones saat memberikan keterangan pers di Puskesmas Tongauna, Selasa (20/10/2026).

Dalam pengakuannya kepada Kadis Kesehatan, Kapus Tongauna beralasan bahwa tindakan menggunakan mobil pikap adalah bentuk sigap cepat penanganan medis. Ia menilai, menggunakan ambulans yang kuncinya tercecer akan membuat penanganan terlambat.
Alternatif menggunakan mobil minibus (Avanza) pun dinilai tidak memadai karena tabung oksigen tidak muat di dalam mobil tersebut. Alhasil, pihak puskesmas memilih menggunakan mobil pikap agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Setia Bunda, Unaaha.
Meski begitu, Yones tak menampik bahwa apa yang terjadi merupakan bentuk kelalaian pihak puskesmas. Menurutnya, aparat kesehatan seharusnya memiliki kepekaan dan kesigapan tinggi dalam situasi darurat, bukan justru terhambat oleh persoalan sepele seperti kunci mobil yang salah tempat.
“Ini adalah kelalaian puskesmas, tidak peka dan sigap hanya karena salah satunya kunci mobil ambulans,” tegas Yones dengan nada lugas.
Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, Yones menyatakan telah menginstruksikan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Konawe agar menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga. Ia menekankan pentingnya kesiapan armada dan protokol pelayanan cepat dalam kondisi darurat.
“Sudah saya sampaikan ke semua kepala puskesmas se-Kabupaten Konawe untuk menjadi perhatian agar sigap dengan pelayanan cepat,” pungkasnya. (red)















