TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Selama hampir 10 tahun memimpin, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) telah melakukan banyak capaian untuk Konawe. Pada Oktober 2023 nanti, kepemimpinannya bakal selesai. Meski demikian, KSK rupanya ingin meninggalkan kesan yang lebih baik terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) Konawe, yang selama hampir satu dekade ini membersamainya mengurusi pemerintahan.
KSK memastikan jika awal 2023 mendatang, ASN sudah bakal bisa menikmati tambahan penghasilan pegawai atau TPP. Pernyataan itu ia ungkapkan setelah semua persiapan dan simulasi telah dilakukan Pemkab Konawe.
Bupati dua periode itu mengakui jika TPP Konawe memang terlambat diberikan dibanding daerah lainnya di Sultra. Hal itu mengingat, Konawe selama lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk belanja publik. Menurutnya, belanja publik akan lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat umum.

“Tetapi kita sudah komitmen agar rencana ini bisa terealisasikan tahun depan,” ujar KSK pada suatu kesempatan.
Bupati dua periode itu menerangkan, untuk merealisasikan program TPP ASN, pihaknya akan menyiapkan dana senilai Rp35 miliar. Dana tersebut bakal didistribusikan ke lebih dari tiga ribu ASN Konawe yang berhak memperoleh TPP.
“Kita anggarkan Rp35 miliar tiap bulannya untuk bayar TPP ini,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan menerangkan, pembayaran TPP pegawai tinggal menunggu persetujuan dari Kemendagri. Pemkab Konawe bakal menyurat ke pusat September 2022 ini.

Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan kata Ferdinand, besaran TPP yang bisa diperoleh tiap ASN sangatlah variatif. Mulai dari Rp500 ribuan sampai di atas Rp4 jutaan.
“Untuk saya sendiri yang golongannya tinggi, itu bisa sampai Rp4,6 juta. Jumlah yang diterima itu tergantung golongannya nanti. Yang jelasnya paling rendah Rp1 jutaan sampai 500 ribuan,” terangnya.
Ferdinand juga mengungkapkan hal yang tak kalah penting yang perlu diketahui dalam pembayaran TPP ASN. Hal itu adalah masalah kedisiplinan dan kinerja. Kedisiplinan memegang porsi 40 persen dari pembayaran TPP, sedangkan kinerja dengan porsi 60 persen.
Ferdinand menerangkan, jika absensi kehadiran ASN yang bersangkutan penuh selama hari kerja, maka TPP-nya sudah mencapai 40 persen. Kemudian, terkait dengan kinerjanya akan dinilai berdasarkan basis data pada aplikasi yang telah diputuskan pada Peraturan Bupati Konawe.

“Kalau berdasarkan penilainya kinerjanya baik, maka ia dapat memperoleh 60 persen dari TPP-nya. Sehingga kalau ditambahkan dengan kedisiplinan 40 persen, maka TPP yang diterima akan penuh 100 persen,” pungkasnya.
Ferdinand juga menambahkan, pembayaran TPP ASN di Konawe hanya menyasar pegawai non-guru. Menurutnya, untuk guru saat ini sudah ada tunjangan sertifikasi, sedangkan pegawai pemerintahan tidak memperoleh tunjangan sejenis. Maka dari itu, pegawai pemerintahan mendapat porsi prioritas dalam pembayaran TPP ASN 2023.
Laporan: Mas Jaya
















