IDEALITA.ID: KONAWE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, resmi meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kelurahan Mekar, Kecamatan Tongauna, pada Jumat (6/12/2024). Acara ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat Konawe.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pihak penting, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Wakapolres Konawe, Pabung Konawe, perwakilan Kejaksaan Negeri Unaaha, serta beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Konawe. Tidak ketinggalan para camat dan kepala puskesmas se-Konawe yang berperan penting dalam pelaksanaan program ini.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Mawar Taligana, menjelaskan bahwa ILP merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2015 Tahun 2023. Program ini bertujuan untuk menata dan mengintegrasikan pelayanan kesehatan primer di tingkat lokal agar lebih fokus pada kebutuhan masyarakat berdasarkan siklus hidup individu, keluarga, dan komunitas.
“Tujuan utama dari program ini adalah mendekatkan akses pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas ke masyarakat. Dengan begitu, layanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses oleh semua kalangan,” ujar Mawar Taligana dalam pidatonya.
Menurut Mawar, ILP memiliki beberapa fokus utama, di antaranya adalah pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, perluasan layanan kesehatan hingga ke tingkat kelurahan, desa, RT, dan RW, serta penguatan pemantauan wilayah. Program ini dirancang untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program ini. “Kelengkapan data di setiap rumah tangga melalui pelayanan posyandu dan fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan. Kerjasama antara lintas sektor dan pihak-pihak terkait akan menjadi kunci keberhasilan program ini,” tambah Mawar.
Perwakilan Dinkes Provinsi Sulawesi Tenggara yang turut hadir dalam acara ini juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif Dinkes Konawe. Menurutnya, ILP dapat menjadi model bagi kabupaten/kota lain di provinsi Sulawesi Tenggara. Ia berharap program ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Konawe.
Sementara itu, Wakapolres Konawe dalam sambutannya menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung implementasi ILP, terutama dalam memastikan keamanan dan kelancaran program di lapangan. “Kami mendukung penuh program ini karena kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Program ILP juga mencakup pemantauan kesehatan berbasis digital untuk mendukung pengumpulan data yang lebih akurat. Kepala Puskesmas Tongauna, Dr. Rina Andayani, menyebutkan bahwa dengan adanya teknologi ini, pelayanan kesehatan dapat lebih terintegrasi dan efektif. “Kami akan terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan untuk mendukung pelaksanaan program ini,” jelasnya.
Melalui peluncuran ILP, Dinas Kesehatan Konawe berharap dapat menciptakan perubahan signifikan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan akses yang lebih mudah dan terintegrasi, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Konawe secara keseluruhan. Pelaksanaan program ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mencapai target nasional dalam bidang kesehatan.















