Baubau, idealita.id – Dugaan peredaran produk skincare berbahaya di Kota Baubau terus menjadi sorotan. Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara memastikan akan membawa sejumlah produk skincare yang beredar di masyarakat untuk diuji di laboratorium independen guna mengetahui kandungan dan tingkat keamanannya.
Produk yang akan diuji antara lain Scrub Membahana, Toner, Retinol Gel Booster Infus, Susu Wajah Whitening, dan Body Lotion Infus NN.
Koordinator AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, mengatakan pihaknya telah mengantongi sampel produk yang dimaksud. Menurutnya, langkah uji laboratorium dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
“Kami telah memiliki sampel produk skincare tersebut dan akan melakukan uji laboratorium terhadap produk yang diduga milik seorang ibu Bhayangkari di Polres Baubau. Langkah ini dilakukan untuk membuktikan ada atau tidaknya indikasi kandungan merkuri dalam produk tersebut,” ujar Firman.
Ia menegaskan, pengujian tersebut penting dilakukan agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai keamanan produk yang digunakan sehari-hari.
“Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban apabila nantinya ditemukan kandungan berbahaya atau produk tersebut tidak memenuhi standar keamanan kosmetik yang berlaku,” tambahnya.
Selain menyoroti aspek keamanan produk, AMAN Sultra juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum dalam proses produksi maupun peredarannya.
“Kami meminta Kapolres Baubau untuk tidak tebang pilih. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Firman.
AMAN Sultra juga mendorong instansi pengawas obat dan makanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap produk-produk kosmetik yang beredar di pasaran. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah beredarnya produk ilegal maupun produk yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut dalam dugaan tersebut.
Sementara itu, pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Baubau menyatakan akan mendalami informasi yang beredar terkait produk skincare tersebut.
Pihak BPOM Baubau mengaku baru mengetahui informasi mengenai produk yang dimaksud dan akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan status serta aspek keamanannya sesuai ketentuan yang berlaku. (red)
















