Konawe, idealita.id – Setelah hilang berhari-hari, Nasaruddin (52), pria pencari ikan yang merupakan warga Desa Sambeani, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe ditemukan tak bernyawa, Sabtu (19/9/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 10.14 Wita oleh tim gabungan yang melakukan penyisiran di kawasan rawa. Saat ditemukan, Nasaruddin berada dalam kondisi meninggal dunia dan bersandar pada tumpukan tumbuhan rawa atau rumput bubu. Sementara alat setrum ikan yang digunakannya ditemukan tidak jauh dari lokasi.
Sebelumnya, Nasaruddin diketahui meninggalkan rumah pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita untuk mencari ikan di Rawa Puriosu. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban tidak kunjung kembali sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut dan pencarian dilakukan.
Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI/Polri, masyarakat, Tim K9 Unit Satwa Polda Sultra, Basarnas Provinsi Sultra, BPBD Kabupaten Konawe hingga Damkar Kabupaten Konawe.
Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan bersama tim medis menuju rumah duka. Atas koordinasi dengan pihak keluarga dan imbauan Kapolsek Abuki Ipda Yana Irwana, S.H., M.M., jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Konawe untuk menjalani pemeriksaan luar atau visum.
Kapolsek Abuki meminta pihak keluarga tetap mengikuti proses pemeriksaan medis guna memastikan kondisi korban secara objektif.
Berdasarkan keterangan keluarga, Nasaruddin diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes. Namun, pihak kepolisian menegaskan penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Polisi juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Polres Konawe menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian selama lima hari, termasuk TNI/Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, masyarakat dan pihak terkait lainnya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab meninggalnya korban, sambil menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang. (red)
















