
KONAWE, IDEALITA.ID – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., tampak antusias saat tiba di TPS 3R Desa Lahotutu, Kamis (6/8/2026). Dengan kemeja putih lengan panjang, ia disambut hangat oleh para penggiat sampah dan masyarakat setempat. Acara yang digelar Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tenggara dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi panggung bagi Bupati Yusran untuk menyampaikan pandangannya tentang masa depan pengelolaan sampah di Kabupaten Konawe.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah wujud nyata bahwa kita serius mengelola sampah. Sampah bukan beban, sampah adalah peluang ekonomi, ” tegas Bupati Yusran di hadapan sekitar 100 undangan yang memenuhi lokasi acara.
Dalam sambutannya yang berlangsung sekitar 30 menit, Bupati Yusran menyampaikan apresiasi mendalam kepada Aswan, pendiri Bank Sampah Bumi Mepokoaso sekaligus penggerak utama Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Lahotutu. Dengan nada penuh kekaguman, ia menceritakan perjalanan Aswan yang mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai tambah.
“Jadi Pak Aswan ini kawan saya. Beliau dulu aktif di lembaga swadaya masyarakat. Saya lihat produk-produk perabot, kursi dengan meja. ‘Dari mana ini, Pak?’ Setelah saya cek, ternyata dibuat dari barang-barang bekas sampah-sampah, botol-botol minuman, ” kenang Bupati Yusran.
“Ternyata ada sosok anak muda kita yang punya kreativitas yang bisa melihat, ‘oh yang kotor itu bisa jadi uang.’ Kadang-kadang kita melihat kalau sudah kotor, ‘ah janganlah.’ Tapi dia bisa melihat tumpukan-tumpukan yang sudah dibuang dan berpikir bagaimana bisa menghubungkan itu semua,” lanjutnya.
Bupati Yusran bahkan mengungkapkan kedekatannya dengan Aswan, yang hampir setiap saat berkomunikasi melalui pesan singkat. “Saya tahu isi hatinya ini, Pak. Kami hampir tiap hari selalu WhatsApp. Komunikasi, saling mendukung. Jadi, tepuk tangan dulu buat Pak Aswad! ” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.
Bupati Yusran tidak hanya memuji, tetapi juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah dalam pengelolaan sampah. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe baru saja menerima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup tertanggal 8 Juni 2026 lalu yang melarang praktik “open dumping” di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Nah ini tantangan buat kita. Tantangan buat kami para kepala daerah dengan surat penegasan dari Kementerian Lingkungan Hidup bahwa open dumping itu tidak boleh lagi. Kalau ada kepala dinas sama Bupati kena sanksi itu, Pak, ” tegasnya dengan nada serius.
Namun, bagi Bupati Yusran, larangan ini justru menjadi peluang emas untuk membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. “Artinya dengan penutupan open dumping TPA itu, peluang kita bagaimana kita berpikir untuk mengelola sampah-sampah rumah tangga, sampah rumah makan, atau di pasar-pasar bisa dikelola dengan baik lagi, ” jelasnya.
“Ini momentum kita untuk berbenah. Kita tidak boleh lagi membuang sampah sembarangan. Kita harus kelola dari sumbernya,” tambahnya.
Bupati Yusran menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe untuk terus membina kerja sama dengan penggiat pengelola sampah seperti Aswan dan kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk membantu jika ada kendala.
“Pak Aswan saya sampaikan kalau ada kesulitan, kirim saja sama saya. Ini penting sekali. Pengelolaan sampah, target kita di Kabupaten Konawe juga meniti agar lingkungan kita bersih sehingga bisa meraih penghargaan dan trofi Nasional Adipura, ” ujarnya penuh optimisme.
Ia mengingatkan bahwa meraih Adipura bukanlah pekerjaan mudah. “Tapi itu bukan pekerjaan ringan. Ingat, butuh kemauan dari kita dan kedisiplinan kita semua. Tidak ada yang instan. Semua butuh proses dan kerja keras, ” pesan Bupati Yusran kepada seluruh elemen masyarakat.
Bupati Yusran juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah. “Sampah ini harus dipilah dari sumber. Kalau tidak, kita akan kewalahan. Teknologi secanggih apapun tidak akan bisa menggantikan peran manusia dalam memilah sampah, ” tegasnya.
Komitmen Bupati Yusran terhadap pengelolaan sampah bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia telah melakukan monitoring dan evaluasi di Dinas Lingkungan Hidup Konawe, menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dimulai dari pemilahan sampah rumah tangga hingga ke TPS 3R.
Ia juga telah menyiapkan langkah konkret, termasuk rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan, tetapi juga fasilitas pengolahan yang menghasilkan produk bernilai ekonomis seperti pupuk organik dan bahan baku daur ulang.
“Kita ingin mengubah sampah dari yang tadinya merupakan masalah, menjadi sumber daya bermanfaat. Ini bukan mimpi. Ini sudah dibuktikan oleh Pak Aswan dan teman-temannya di sini, ” tegas Bupati Yusran.
Ia juga mengapresiasi peran Kelompok Pembudidaya Maggot Desa Wukusao yang telah berhasil mengembangkan budidaya maggot untuk pakan ternak, sehingga mengurangi ketergantungan pada pakan pabrik yang harganya terus melonjak. “Ini contoh nyata bahwa ekonomi sirkular bisa berjalan. Sampah organik diolah maggot, maggot jadi pakan ternak, ternak menghasilkan produk bernilai jual. Luar biasa, ” pujinya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Yusran menyampaikan harapan besarnya untuk Kabupaten Konawe di masa depan.
“Kegiatan seperti ini di hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-81. Semoga yang ke-82 bertambah komunitas “Aswan-Aswan” lagi di Kabupaten Konawe. Semakin banyak orang yang sadar bahwa sampah itu bisa jadi berkah, ” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan dan gotong royong demi kemajuan daerah.
Serangkaian dengan itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tenggara, Ir. Tarso, S.T., M.T., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan.
“Program pengolahan sampah ini sejalan dengan upaya kita mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mendukung ekonomi sirkular di tingkat desa, ” ujar Ir. Tarso di hadapan para tamu undangan.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang paling efektif dimulai dari sumbernya. “Kalau untuk penanganan sampah ini tidak didasari dari kita masing-masing, pasti akan susah. Makanya pengelolaan sampah yang paling efektif itu dari sumbernya. Artinya dari awal kita di rumah masing-masing sudah memilah, ” paparnya.
Ir. Tarso juga mengungkapkan bahwa Balai BPBPK telah melakukan uji coba pemilahan sampah yang mampu mereduksi sampah residu hingga lebih dari 80 persen. “Artinya dari 10 kilo sampah, 8 kilo bisa diolah, hanya 2 kilo yang dibuang. Makin sedikit timbunan sampah residu yang tidak termanfaatkan, ” jelasnya.
Ia berharap dengan sistem pengelolaan dan pemilahan sampah yang baru, usia tempat pembuangan sampah bisa diperpanjang hingga lebih dari 20 tahun, dibandingkan sistem open dumping yang rata-rata hanya bertahan maksimal 5 tahun.
“Di sisi lain, sampah yang terpilah memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dan itu perlu dedikasi yang luar biasa dari para pengelolanya, seperti Pak Aswan di sini, ” tambahnya mengapresiasi pengelola TPS 3R Lahututu.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sekitar 100 undangan dari berbagai unsur, menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Jajaran Forkopimda Kabupaten Konawe dan Kota Kendari turut hadir, di antaranya dari unsur Pemerintah Daerah yakni, Perwakilan Walikota Kendari, Asisten 2 Setda Konawe, Camat Wonggeduku Barat, Kapolsek Wonggeduku Barat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Konawe
Sementara dari unsur instansi vertikal Kementerian PUPR tampak hadir Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Kepala Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Tenggara, Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulawesi Tenggara. Tampak pula, Koordinator SPPG se-Kabupaten Konawe, Pengurus Dharma Wanita Persatuan Balai Provinsi Sulawesi Tenggara, Tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat, Para kepala desa di sekitar Kecamatan Wonggeduku Barat, Nasabah Bank Sampah Bumi Mepokoaso, Kelompok Pembudidaya Maggot Desa Wukusao.
Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Konawe.
Acara sosialisasi pengelolaan sampah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan Bupati H. Yusran Akbar, S.T., dan dukungan dari BPBPK Sulawesi Tenggara di bawah arahan Ir. Tarso, serius menangani persoalan sampah. Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal, Konawe optimis mewujudkan lingkungan yang bersih dan meraih penghargaan Adipura di masa mendatang.
Seperti pesan Bupati Yusran, sampah bukan lagi beban, tapi peluang ekonomi. Dan seperti ditegaskan Kepala BPBPK, program ini adalah wujud nyata komitmen bersama menuju ekonomi sirkular di tingkat desa. Konawe siap mengambil peluang itu. (red)















