Bupati Konawe Sulap Posyandu Jadi Tempat Curhat Warga

IDEALITA.ID: KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akan menjadikan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap desa dan kelurahan sebagai posko aduan masyarakat lintas sektor. Tak hanya soal kesehatan, posko ini juga akan menampung keluhan warga di bidang sosial, pendidikan, hingga infrastruktur dasar.

Bupati Konawe Yusran Akbar menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi prioritas daerah.

“Program enam SPM ini salah satu program prioritas daerah. Seluruh posyandu di desa dan kelurahan akan menjadi tempat warga menyampaikan aduan, baik terkait pendidikan seperti anak putus sekolah, bidang sosial seperti disabilitas, lansia, anak terlantar, tunasusila, maupun masalah sanitasi, rumah kumuh, dan keamanan,”

ujar Yusran Akbar usai rapat koordinasi 6 SPM di Kantor Dinas Sosial Konawe, Senin (20/10/2025).

Yusran menambahkan, aduan yang diterima kader posyandu akan disampaikan ke kepala desa untuk diverifikasi dan divalidasi. Selanjutnya, hasil musyawarah desa akan diteruskan ke dinas teknis terkait untuk ditindaklanjuti, termasuk dalam hal penyaluran bantuan dan program pelayanan publik lainnya.

Program Enam SPM ini melibatkan enam perangkat daerah yang terintegrasi, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan Rakyat, Dinas Sosial, serta Dinas Ketentraman dan Ketertiban Umum yang di dalamnya mencakup Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan BPBD.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Konawe, Hania, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan dan pembinaan di 14 dari 28 kecamatan dalam rangka persiapan sarana-prasarana dan pengaderan kader.

“Alhamdulillah progresnya sudah berjalan di 14 kecamatan. Akhir tahun ini kita upayakan sosialisasi di seluruh desa dan kelurahan selesai, sehingga awal tahun 2026 program 6 SPM bisa dilaksanakan penuh,”

jelas Hania.

Ke-14 kecamatan tersebut meliputi Padangguni, Abuki, Tongauna, Latoma, Onembute, Puriala, Lambuya, Wawotobi, Anggaberi, Konawe, Kapoiala, Lalonggasumeeto, Bondoala,dan Soropia.

Menurutnya, pekan depan giliran Kecamatan Pondidaha dan Wonggeduku Barat akan disambangi tim pembina.

Selain itu, dalam pelaksanaan program SPM, Pemkab Konawe juga tengah menggenjot pendirian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tiap desa sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan dasar pendidikan.

Diketahui, Kabupaten Konawe memiliki 28 kecamatan, terdiri dari 291 desa dan 55 kelurahan, dengan pusat pemerintahan berada di Kecamatan Unaaha. (mj)

Artikulli paraprakWaspada! Anak Bawah Umur Jadi Korban Eksploitasi TPPO
Artikulli tjetërBupati Konawe Gagas Satgas Desa untuk Putus Rantai Narkoba