Desa Punggaluku Konawe Punya Cara Unik Rayakan HUT RI

Kepala Desa Punggaluku, Andi Mustar, dengan latar jalan di desanya yang telah dicat aneka warna hingga membuatnya tampak semarak menjelang HUT RI.

IDEALITA.ID: KONAWE – Sore itu, suasana Desa Punggaluku, Kecamatan Abuki, terasa berbeda. Di sepanjang jalan utama, warna-warni cerah menghiasi bahu jalan. Di kiri dan kanan, deretan umbul-umbul berkibar ringan tertiup angin. Beberapa anak muda tampak sibuk memotret, sementara ibu-ibu menata tanaman hias di depan rumah.

Inilah wajah baru Punggaluku menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80. Semua dikerjakan secara gotong royong, tanpa upah, tanpa paksaan—hanya karena rasa cinta pada desa dan tanah air.

“Ini ungkapan syukur kami sebagai warga Indonesia. Kami ingin desa ini tampil cantik saat Indonesia merayakan ulang tahunnya,” ujar Kepala Desa Punggaluku, Andi Mustar, sambil memantau warga yang sedang mengecat.

Tak hanya berhenti di cat dan umbul-umbul, Punggaluku juga menyiapkan kejutan istimewa: replika Parang Taawau setinggi tiga meter. Senjata tradisional ini pernah digunakan pejuang Sulawesi Tenggara dalam melawan penjajah. Replika tersebut akan berdiri gagah di pintu masuk desa—sebagai pengingat bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, tapi lahir dari perjuangan dan pengorbanan.

“Parang Taawau ini simbol perlawanan dan keberanian. Kami ingin generasi muda melihatnya dan ingat bahwa mereka juga punya tanggung jawab menjaga negeri,” tambah Andi Mustar.

Kini, setiap sore, jalan yang semula biasa-biasa saja telah berubah menjadi lintasan joging favorit, tempat anak-anak bersepeda, hingga spot selfie baru. Punggaluku bukan sekadar mempersiapkan perayaan kemerdekaan—mereka sedang menulis cerita tentang kebersamaan, sejarah, dan kebanggaan yang akan terus dikenang.

Artikulli paraprakFakultas Hukum Unsultra Keliling Sultra Beri Edukasi Hukum
Artikulli tjetërGebyar Wisata HUT RI, Bupati Yusran Akbar: Ayo Jalan-Jalan ke Konawe