Gebyar Wisata HUT RI, Bupati Yusran Akbar: Ayo Jalan-Jalan ke Konawe

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, didampingi Forkopimda dan pejabat tinggi lainnya saat menekan bel dimulainya Gebyar Wisata Konawe Bersahaja 2025.

IDEALITA.ID: KONAWE – Malam di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) terasa istimewa, Rabu (13/8/2025). Lampu warna-warni berpadu dengan sorak-sorai ribuan warga yang memadati area. Di panggung utama, Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST., menekan tombol sirine tanda dimulainya Gebyar Wisata Konawe Bersahaja 2025 dalam rangka memperingati HUT RI—sebuah perayaan yang bukan sekadar hiburan, tapi juga mesin pertumbuhan ekonomi lokal

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Konawe. Hadir dalam pembukaan, jajaran Forkopimda, kepala OPD, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan pengunjung dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran menegaskan bahwa sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi daerah. “Konawe memang dikenal sebagai daerah industri dan pertanian, tapi kita juga punya kekayaan budaya, kuliner, dan kreativitas anak muda yang tak kalah menjanjikan,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.

Bupati mengungkap data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mencatat kontribusi UMKM dan ekonomi kreatif mencapai 55,65% terhadap PDB nasional pada 2024. Angka itu menjadi landasan kuat bagi Pemkab Konawe untuk memacu sektor ini. “Setiap rupiah yang kita keluarkan harus kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Gebyar Wisata Konawe 2025 dirancang sebagai ajang yang memadukan budaya, ekonomi, dan inovasi. Selama enam hari, pengunjung dapat menikmati lomba seni tradisional, pameran kuliner khas Konawe, pertunjukan fashion, kerajinan tangan, hingga karya kreatif digital.

Dampak ekonominya langsung terasa. Puluhan stan UMKM yang berjajar di sepanjang kawasan ICP melaporkan lonjakan omzet hingga 300% pada malam pembukaan. Aroma jajanan kaki lima menggoda setiap pengunjung, sementara suvenir dan kerajinan tangan laris diborong wisatawan.

Bupati optimistis, gebyar ini akan membuka peluang investasi di bidang perhotelan, restoran, dan hiburan. “Kalau wisatawan datang, pasti butuh tempat menginap, makan, dan menikmati hiburan. Itu artinya lapangan kerja baru terbuka,” ujarnya.

Gebyar Wisata Konawe 2025 akan berlangsung hingga 18 Agustus, menjadi momentum untuk menegaskan bahwa Konawe bukan hanya tanah tambang dan sawah, tetapi juga destinasi wisata yang siap bersaing di Sulawesi Tenggara.

Laporan: Mas Jaya

Artikulli paraprakDesa Punggaluku Konawe Punya Cara Unik Rayakan HUT RI
Artikulli tjetërPramuka Konawe Bersatu: Bupati Yusran Akbar Serukan Kolaborasi Pembangunan