Forum UKM-IKM Konawe Menggeliat, Lima Program Unggulan Digeber

Konawe, idealita.id – Semangat baru mulai tumbuh di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Konawe. Pasca konsolidasi kepengurusan periode 2026–2029 yang digelar di Galuh Resto, Wawotobi, Jumat (15/5/2026), Forum Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah (UKM-IKM) Konawe berkomitmen tidak lagi sekadar menjadi wadah organisasi, tetapi hadir sebagai motor penggerak bisnis bagi pelaku usaha mikro dan kecil di daerah tersebut.

Konsolidasi yang dilatarbelakangi pergantian kepengurusan serta dinamika kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang kerap membebani pelaku usaha mikro itu menetapkan Rita Harmasan Papua sebagai Ketua Umum secara aklamasi.

Forum UKM-IKM Konawe berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi dan UMKM serta didukung dewan pembina yang terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis, di antaranya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Berbeda dari organisasi pada umumnya, forum ini langsung menetapkan lima program prioritas yang dinilai menyentuh kebutuhan dasar pelaku usaha mikro dan kecil, yakni:

  • Pembentukan badan usaha forum sebagai payung legalitas anggota dalam menjalin kemitraan formal;
  • Fasilitasi akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sinergi dengan BPR Bahtermas Konawe;
  • Pendampingan sertifikasi BPOM khusus produk kuliner kemasan;
  • Fasilitasi sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman olahan;
  • Pendampingan kelayakan produk agar mampu masuk ke pasar ritel modern seperti Indomaret.

Ketua Umum Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua, menegaskan bahwa forum tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mikro dan kecil di Konawe.

“Selain kuantitas, kualitas produk juga harus menjadi perhatian utama. Forum ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi harus menjadi penggerak dan motivator bagi seluruh anggota,” ujar Rita saat ditemui di Unaaha, Sabtu (16/5/2026).

Ia juga menyoroti persoalan klasik yang selama ini menjadi hambatan utama pelaku UMKM, yakni keterbatasan modal usaha.

“Fasilitasi layanan perbankan menjadi catatan penting. Tanpa modal, sulit bagi pelaku usaha untuk naik kelas. Karena itu, kami akan membangun komunikasi intensif dengan pihak perbankan daerah,” tambahnya.

Saat ini, Forum UKM-IKM Konawe tercatat memiliki lebih dari 300 anggota yang bergerak di berbagai bidang usaha, mulai dari percetakan, kuliner, kerajinan, tenunan, hingga usaha handphone.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Konawe mencapai lebih dari 17 ribu unit usaha dari berbagai sektor. Seluruhnya menjadi sasaran pembinaan dan pemberdayaan Forum UKM-IKM Konawe sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

Dalam waktu dekat, forum tersebut juga dijadwalkan akan dikukuhkan langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST. Pengukuhan itu nantinya menjadi legitimasi resmi forum sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Dengan dukungan dewan pembina dari jajaran OPD terkait, Forum UKM-IKM Konawe optimistis mampu merealisasikan berbagai program prioritas yang telah disusun.

“Mulai dari legalitas, permodalan, sertifikasi BPOM dan halal, hingga target produk tembus Indomaret, semuanya kami lakukan demi meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM Konawe,” tutup Rita.

Konsolidasi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Forum UKM-IKM Konawe untuk mendukung visi Kabupaten Konawe Bersahaja, yakni Konawe yang Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan. (red)

Artikulli paraprakPemkab Konut Apresiasi Antam Atas Komitmen Program PPM