idealita.id: Pandansari, Malang — Mahasiswa KKN BerdampakUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 177 Desa Pandansari turut mendukung pengembangan UMKM lokal melalui kegiatan promosi dan digitalisasi usaha. Program ini dilakukan dengan membantu dua pelaku UMKM di Desa Pandansari, yaitu Kerupuk Singkong Maksum dan Ahda Florist, agar usahanya dapat lebih mudah dikenal dan ditemukan oleh masyarakat melalui platform digital.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusiKelompok 177 dalam membantu pelaku usaha lokalmemanfaatkan perkembangan teknologi sebagai saranapromosi. Tidak hanya memperkenalkan produk secaralangsung, mahasiswa juga membantu menghadirkan informasimengenai kedua UMKM tersebut di ruang digital melaluiGoogle Maps dan video promosi untuk media sosial.
Menggali Cerita di Balik Produk melalui Wawancara
Sebelum membuat materi promosi, mahasiswa KKN Kelompok 177 melakukan kunjungan langsung kepadapemilik usaha. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswamelakukan wawancara untuk mendapatkan informasimengenai usaha yang akan diperkenalkan kepada masyarakat.
Wawancara dilakukan dengan menggali cerita mengenai sejarah berdirinya usaha, proses pembuatan produk, hinggaharga jual yang ditawarkan. Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan dalam menyusun konten promosiagar masyarakat tidak hanya mengetahui produk yang ditawarkan, tetapi juga mengenal cerita dan proses di balikusaha tersebut.
Pendekatan ini dilakukan karena setiap UMKM memilikicerita dan karakteristik tersendiri. Dengan menampilkan informasi secara lebih personal, promosi diharapkan dapat membuat calon konsumen lebih mengenal produk dan pelakuusaha yang berada di Desa Pandansari.
Promosi Kerupuk Singkong Maksum
Salah satu UMKM yang mendapatkan dukungan promosi dariKelompok 177 adalah Kerupuk Singkong Maksum. Usaha inimemproduksi kerupuk berbahan dasar singkong yang menjadisalah satu produk olahan pangan lokal.
Melalui wawancara bersama pemilik, mahasiswa menggaliinformasi mengenai perjalanan usaha, proses pembuatankerupuk singkong, serta harga produk. Informasi tersebutkemudian menjadi bagian dari materi video promosi yang dibuat untuk memperkenalkan Kerupuk Singkong Maksumkepada masyarakat yang lebih luas.
Video promosi menampilkan produk sekaligus aktivitas produksi sehingga calon konsumen dapat memperoleh gambaran mengenai usaha tersebut secara lebih dekat.
Promosi Produk Pot Bunga Ahda Florist
Selain Kerupuk Singkong Maksum, Kelompok 177 juga membantu promosi Ahda Florist, usaha lokal yang memproduksi pot bunga.
Dalam kegiatan kunjungan, mahasiswa melakukan wawancaradengan pelaku usaha untuk mengetahui lebih jauh mengenaisejarah usaha, proses pembuatan pot bunga, serta hargaproduk yang ditawarkan. Informasi dan dokumentasi tersebutkemudian digunakan untuk menghasilkan konten promosiyang dapat dipublikasikan melalui media sosial.
Ahda Florist menjadi salah satu contoh usaha lokal yang memiliki potensi untuk dikenal lebih luas melaluipemanfaatan media digital. Produk pot bunga tidak hanyamemiliki fungsi sebagai wadah tanaman, tetapi juga dapatmenjadi bagian dari dekorasi rumah dan lingkungan.
Membantu UMKM Hadir di Google Maps
Selain pembuatan video promosi, Kelompok 177 juga membantu mendaftarkan kedua UMKM tersebut di Google Maps. Langkah ini dilakukan agar lokasi usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat ketika melakukan pencarian secara daring.
Keberadaan usaha di Google Maps dapat membantu calon konsumen memperoleh informasi mengenai lokasi UMKM dan memudahkan mereka untuk menemukan tempat usahasecara langsung.
Digitalisasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal bagi pelaku UMKM untuk membangunkeberadaan usaha di ruang digital.
Dari Cerita UMKM Menjadi Konten Promosi
Kegiatan promosi yang dilakukan Kelompok 177 tidak hanyaberfokus pada produk, tetapi juga mengangkat cerita di balikusaha. Hasil wawancara dan dokumentasi di lapangankemudian dikemas menjadi video profil dan promosi UMKMyang dapat digunakan untuk memperkenalkan usaha melaluimedia sosial.
Dengan adanya konten tersebut, informasi mengenai Kerupuk Singkong Maksum dan Ahda Florist dapat disampaikan dalam bentuk visual yang lebih menarik dan mudah dibagikan kepada masyarakat.
Pemanfaatan media sosial juga memberikan kesempatan bagikedua UMKM untuk menjangkau calon konsumen yang lebihluas, tidak terbatas pada masyarakat di sekitar Desa Pandansari.
Mendorong UMKM Lokal Lebih Dikenal di Era Digital
Program promosi UMKM yang dilakukan oleh KKN Berdampak UMM Kelompok 177 Desa Pandansari menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal dalam menghadapi perkembangan era digital.
Melalui pembuatan video promosi dan kehadiran usaha di Google Maps, Kelompok 177 berupaya membantu Kerupuk Singkong Maksum dan Ahda Florist agar memiliki jejak digital yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk dan lokasi usaha kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata bahwa pengembangan UMKM tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Pemanfaatan platform digital secara sederhana dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan visibilitas usaha dan membuka peluang agar produk lokal lebih mudah dikenal.
Melalui program “Dari Survei, Jadi Jejak Digital UMKM”, KKN Berdampak UMM Kelompok 177 Desa Pandansariberharap dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaatbagi pelaku UMKM dan terus digunakan sebagai media promosi setelah kegiatan KKN selesai.
Sumber: KKN Berdampak UMM 2026 — Kelompok 177 Desa Pandansari
















