TRIBUN KONAWE: UNAAHA – Kecamatan Latoma menjadi salah satu daerah terparah yang terdampak banjir di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Hingga kini, kondisi beberapa desa yang terdampak masih terisolir dan belum tersentuh bantuan.
Sekretaris Camat (Sekcam) Latoma, Muhardin, SE mengatakan, bantuan logistik dari Pemda Konawe melalui BPBD tidak dapat disalurkan akibat cuaca buruk dan jalur transportasi yang rusak parah. Pihaknya sebelumnya telah berupaya menyalurkan bantuan sebanyak 3,5 ton beras. Namun karena medan yang tak bisa ditembus, bantuan tersebut terpaksa dikembalikan.
Muhardin menerangkan, mobil truk yang digunakan dan memuat bantuan beras sebanyak 2,6 ton hanya bisa tembus jika menggunakan jalur lewat Kolaka Timur. sampai di Desa Ambopi, Kecamatan Tinondo, Kolaka Timur. Sementara, untuk mencapai Latoma, masih harus melewati satu kecamatan lagi.
Untuk sampai di Latoma, masih ada satu Kecamatan lagi harus dilewati. Belum lagi adanya jembatan putus yang sama sekali tak bisa dilewati.

“Karena medan yang tak bisa ditembus, dengan sangat terpaksa kami harus balik arah,” ceritanya saat ditemui di Media Center BPBD Konawe, Jumat petang (14/6/2019)
Untuk saat ini lanjut Muhardin, beras bantuan telah berada di posko induk dan akan dititipkan di gudang Bulog. Sementara beras lainnya yang berjumlah 900 kg, dibawa oleh camat dan rombongan.
Muhardin menambahkan, selain bantuan dari Pemda Konawe, ada juga rombongan mobil offroad sekitar 15 unit sedang membawa logistik menuju ke arah Latoma. Namun kata dia, hingga saat ini belum ada informasi dari rombongan tersebut. Dengan kondisi yang ada, ia juga tak yakin kalau rombongan tersebut bisa tembus ke wilayah terdampak bencana banjir di Latoma.
“Untuk saat ini lajur yang bisa tembus itu kecuali lewat udara, pakai helikopter,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolres Konawe AKBP Muh. Nur Akbar. Pihaknya juga menilai akses udara akan lebih baik untuk menembus daerah terisilir di Konawe. Akan katanya, pihak Pemda Konawe akanengiri alat berat untuk menerabas lumpur di sepanjang jalan menuju Laptoma.
Di Latoma sendiri ada 13 desa dan 1 kelurahan. Di daerah yang terdampak, baru 4 desa yang berhasil di tembus. Sisanya, yang 8 desa plus 1 kelurahan belum tersentuh, karena adanya akses jembatan putus.
Laporan: Mas Jaya















