Konawe, idealita.id – Perjalanan panjang Sulawesi Tenggara dari masa ke masa menjadi pembahasan utama dalam peluncuran perdana Podcast Muda Media Indonesia (MMI), yang menghadirkan mantan Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2008–2018, H. Nur Alam, S.E., M.Si., sebagai narasumber.
Podcast yang digelar di salah satu warung kopi di Unaaha, Kabupaten Konawe, Rabu (26/8/2026), mengangkat tema “Dari Kaca Mata Sang Mantan Gubernur Sultra: Melihat Masa Kini dan Masa Depan Sultra.”
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, komunitas, atlet, serta sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Konawe. Kehadiran Nur Alam menjadi perhatian tersendiri karena ia pernah memimpin Sultra selama dua periode dan menyaksikan langsung berbagai dinamika pembangunan daerah.
Dalam dialog yang berlangsung santai, Nur Alam mengajak generasi muda melihat Sulawesi Tenggara tidak hanya dari kondisi hari ini, tetapi juga melalui perjalanan sejarah dan proses panjang pembangunan daerah.
Ia mengulas perkembangan Sultra dari masa ke masa, termasuk perubahan kebijakan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, kondisi sosial masyarakat, hingga perkembangan ekonomi daerah.
Menurut Nur Alam, memahami sejarah pembangunan daerah penting bagi generasi muda. Pengalaman dan kebijakan dari masa lalu, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menentukan arah Sulawesi Tenggara ke depan.
Pembahasan kemudian berkembang pada berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, sosial, kesehatan, infrastruktur, pemerintahan, hingga potensi kekayaan alam yang dimiliki Sulawesi Tenggara.
Nur Alam juga menyinggung dinamika perekonomian yang turut dipengaruhi perubahan kondisi nasional maupun global. Menurutnya, perkembangan daerah tidak dapat dipisahkan dari perubahan ekonomi yang terjadi secara lebih luas.
Pengalaman memimpin Sultra selama satu dekade membuat perspektif Nur Alam dalam melihat pembangunan daerah menjadi salah satu bagian menarik dalam diskusi tersebut.
Namun, podcast itu tidak sekadar menjadi ruang nostalgia perjalanan pemerintahan masa lalu. Forum tersebut juga diarahkan untuk membicarakan tantangan dan peluang Sultra dalam menghadapi masa depan.
Keterlibatan mahasiswa, komunitas, dan para atlet menjadi bagian penting dalam diskusi. Generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang akan menentukan wajah Sulawesi Tenggara di masa mendatang.
Melalui Podcast MMI, ruang dialog antara pengalaman para tokoh dan perspektif generasi muda diharapkan semakin terbuka.
Pengalaman masa lalu, kondisi hari ini, serta gagasan tentang masa depan Sultra kemudian bertemu dalam satu ruang diskusi yang dikemas ringan, tetapi tetap menyentuh sejumlah persoalan penting pembangunan daerah.
Dengan menghadirkan tokoh yang pernah berada di pucuk pemerintahan Sulawesi Tenggara, Podcast MMI diharapkan menjadi wadah untuk menggali pengalaman, gagasan, sekaligus perspektif baru mengenai tantangan dan peluang pembangunan Sultra ke depan. (red)
















