PT SCM Gelontorkan Miliaran: Renovasi Sekolah, Beri Insentif Guru Hingga Beasiswa

PT SCM menggelontorkan dana miliaran untuk mendukung program pendidikan, mulai dari fasilitas belajar, beasiswa hingga kesejahteraan guru.

Konawe, idealita.id – Kehadiran investasi sektor pertambangan di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mulai dirasakan di sektor pendidikan.

Melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) aktif menyalurkan bantuan fasilitas penunjang sekolah, program beasiswa mahasiswa, hingga insentif honor bagi guru honorer di wilayah lingkar tambang.

Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Routa.

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan PT SCM untuk kembali menegaskan komitmennya di sektor pendidikan. Dalam rangkaian upacara Hardiknas yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Konawe, Sabtu (4/4/2026), perusahaan menyerahkan bantuan sarana penunjang pendidikan bagi sekolah di wilayah lingkar tambang Kecamatan Routa.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fortunadi, kepada perwakilan guru SDN Wiwirano Atas dan SDN Lalomerui, disaksikan Bupati Konawe bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Konawe.

Program renovasi meliputi pembangunan sejumlah fasilitas tambahan di SDN Lalomerui, Desa Lalomerui, dan SDN Wiwirano Atas, Desa Walandawe. Fasilitas yang dibangun mencakup rumah dinas guru, ruang komputer, serta kantin sehat guna mendukung proses belajar mengajar dan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT SCM di bidang pendidikan. Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan dan penentuan skala prioritas, kedua sekolah itu ditetapkan sebagai penerima manfaat program renovasi periode 2025–2026.

“Ini adalah bentuk komitmen perusahaan kami terhadap masyarakat setempat,” ujar Didik Fortunadi kepada awak media.

Total anggaran yang dikucurkan PT SCM untuk program renovasi sekolah dasar tersebut mencapai Rp4,1 miliar.

Selain pembangunan sarana fisik sekolah, PT SCM juga menjalankan program insentif bagi guru honorer sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Routa.

Program insentif guru honorer telah berjalan sejak 2024. Pada tahap awal, program tersebut menjangkau empat orang guru. Namun, jumlah penerima manfaat terus meningkat hingga mencapai 45 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Routa.

Program itu kembali dilanjutkan pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp737 juta.

Di bidang pendidikan tinggi, PT SCM juga mengembangkan program beasiswa bagi mahasiswa asal Kecamatan Routa. Program Beasiswa Prestasi SCM pertama kali dilaksanakan pada 2024 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 53 mahasiswa.

Pada 2025, program tersebut dikembangkan menjadi beberapa kategori, yakni Program Beasiswa Prestasi SCM, Program Bantuan Dana Pendidikan SCM, serta Program Beasiswa Kerja Sama SCM dengan Universitas Lakidende (Unilaki).

Memasuki 2026, jumlah penerima manfaat program beasiswa meningkat menjadi 136 mahasiswa. Para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, Makassar, hingga sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Secara keseluruhan, total anggaran program beasiswa PT SCM selama periode 2024–2026 tercatat mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

Melalui berbagai program pendidikan tersebut, PT SCM menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah sekitar tambang. Momentum Hardiknas menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan di Kecamatan Routa.

Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, menyebut program pendidikan yang dijalankan perusahaan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

“Di sektor pendidikan, telah dibangun fasilitas sekolah dasar lengkap dengan perumahan guru, laboratorium, dan kantin. Selain itu, terdapat program beasiswa bagi warga yang sudah berjalan selama beberapa tahun,” katanya.

Sementara itu, Darmon, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Routa, menyampaikan bahwa kehadiran investasi telah membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah tersebut.

“Saya menegaskan bahwa kehadiran kami bukan untuk membela perusahaan, melainkan mendukung investasi karena kami telah merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya saat berunjuk rasa di Gedung DPRD, Selasa (7/4/2026).

Artikulli paraprakAntam Konut Dukung Perbaikan Jembatan Tinobu, Akses Warga Kini Lebih Aman
Artikulli tjetërAntam Konut dan Komunitas Seni Sukses Gelar Pameran “Rongai-Siggi” di Kendari