Sempat Ditemukan Belatung, Dinkes Konawe: Ayam Goreng Indomaret Aman

Kepala Dinas Kesehatan Konawe, dr. Agus Lahida saat memberikan keterangan pers hasil uji lab ayam goreng Indomaret Sapati yang viral beberapa waktu lalu terkait isu belatung.

IDEALITA.ID: KONAWE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe melalui Laboratorium Lingkungan telah merilis hasil uji sampel ayam goreng siap saji yang diambil dari Indomaret Sapati, Kelurahan Ambekairi, Kecamatan Unaaha, pada Jumat (13/6/2025).

Pemeriksaan yang dilakukan pada 10 Juni lalu menunjukkan bahwa sampel ayam goreng tersebut memenuhi standar mutu dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Pengujian komprehensif ini melibatkan enam parameter kualitas makanan, baik secara kimia maupun mikrobiologi.

Untuk parameter kimia, fokus pemeriksaan ada pada kandungan boraks, formalin, metilen biru, dan timbal. Sementara itu, parameter mikrobiologi yang diperiksa adalah Total Coliform dan E. coli CPU/100.

Kadis Dinkes Konawe, dr. Agus Lahida saat melakukan sidak di Indomaret Sapati yang viral dengan kasus ayam krispi isi belatung.

Yustezar Fahriza, Penanggung Jawab Lab Lingkungan Dinas Kesehatan Konawe, menyatakan, “Hasil pemeriksaan laboratorium yang kami sampling itu pada tanggal 10 Juni dan dilakukan pemeriksaan ada 6 parameter kualitas makanan yang diperiksa yaitu Total Coliform, E. coli CPU/100, Kimia, Boraks, Formalin, Metilen Biru, Timbal. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, didapatkan itu memenuhi syarat untuk mutu kualitas makanan. Itu ayam goreng yang siap saji, ayam goreng yang sudah mau dikonsumsi masyarakat yang kami ambil untuk suatu pemeriksaan.” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Konawe, dr. Agus Lahida, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan makanan siap saji.

“Secara teknis, di sini kalau saya perhatikan dari sistem pengolahan mereka, seharusnya itu dalam 6 sampai 7 jam tidak digunakan, harusnya makanan siap saji itu harus dibuang, tidak digunakan lagi, tidak boleh dijual,” tegas dr. Agus.

Ayam krispi yang dibeli salah seorang konsumen Indomaret Sapati dekat Tugu Adipura Unaaha (7/6/2025), tampak berisi sejumlah belatung.

Mengenai dugaan adanya belatung yang sempat beredar, dr. Agus Lahida mengklarifikasi bahwa insiden tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh penyimpanan yang melewati batas waktu, khususnya saat momen lebaran.

“SOP-nya saya rasa sudah benar. Yang saya khawatir kemungkinan ini pas dengan lebaran. Hari itu dan besoknya ini dibeli terjadi penyimpanan yang melewati batas waktu. Sehingga kemungkinan belatung itu, tapi sampel makanan yang mereka produksi pada hari ini dan kami periksa itu hasilnya tadi. Sesuai dengan janji saya bahwa selesai hasil di laboratorium kami akan memberikan mereka izin untuk menjual kembali ritelnya karena kita tidak punya alasan untuk menahan lebih lama,” jelasnya.

Dengan hasil uji laboratorium yang positif ini, Dinas Kesehatan Konawe memberikan izin bagi Indomaret untuk kembali menjual ayam goreng siap saji mereka.

Sebelumnya, gerai Indomaret Sapati yang terletak tak jauh dari Tugu Adipura Unaaha sempat viral karena diduga menjual ayam goreng krispi yang didalamnya terdapat belatung, pada Sabtu (7/6/2025). Mendapati kabar tersebut, Dinkes dan Disperindag Konawe segera mendatangi gerai untuk melakukan sidak. (mj)

Artikulli paraprakCamat Anggalomoare Sebut Banjir di Tempatnya Kiriman dari Aktivitas Sawit PT HAM
Artikulli tjetërCurhat dari Anggalomoare: Perkebunan Sawit PT HAM Kirim Banjir ke Rumah Warga