Diresmikan Nur Alam, Jembatan Terpanjang di Konawe ini Rusak Akibat Tanah Amblas

Kondisi terkini jembatan penghubung Konawe-Koltim yang alami tanah amblas.

Konawe, idealita.id – Jembatan penghubung Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang terletak di Kecamatan Asinua, Konawe, Sulawesi Tenggara, mengalami kerusakan akibat tanah amblas yang terjadi di bagian ujung jembatan. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi antarwilayah untuk sementara terputus.

Kerusakan jembatan itu terekam dalam video yang beredar di kalangan warga. Dalam rekaman yang diambil pada Senin malam (15/6/2026), terlihat retakan cukup besar di bagian ujung jembatan yang memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Ambekairi Utama, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, dengan Desa Amololu, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur.

Salah seorang warga, Candra, mengatakan retakan pada jembatan diduga dipicu oleh longsor yang terjadi di sekitar lokasi. Akibatnya, kendaraan, terutama yang bermuatan berat, tidak lagi dapat melintas.

“Sejak tadi malam kendaraan sudah tidak bisa melintas, apalagi yang bermuatan berat seperti pengangkut hasil bumi,” ujar Candra, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.

Candra berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara segera turun tangan untuk meninjau lokasi dan mengambil langkah cepat guna mencegah kerusakan yang lebih parah.

“Jembatan ini sangat vital. Selain menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian ke kota, jembatan ini juga menjadi akses distribusi kebutuhan pokok dan sembako ke wilayah pedalaman,” katanya.

Hingga Selasa pagi (16/6/2026), akses transportasi yang selama ini menjadi jalur utama penghubung Konawe dan Kolaka Timur masih belum dapat dilalui. Warga dari kedua kabupaten terpaksa menunda perjalanan karena kondisi jembatan dinilai membahayakan.

Warga Ambekairi, Edo Marsel, menilai kerusakan tersebut harus segera ditangani agar tidak semakin meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Hulu Konawe itu merupakan salah satu infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara. Selain menjadi penghubung penting antara Konawe dan Kolaka Timur, jembatan tersebut juga tercatat sebagai jembatan terpanjang di provinsi ini dengan panjang bentang mencapai 247 meter dan lebar 7 meter. Jembatan ini bahkan diresmikan langsung oleh Gubernur Nur Alam bersama Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa 2014 silam.

Warga kini berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat agar akses transportasi dan distribusi barang dapat kembali normal, sekaligus mencegah dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua wilayah. (red)

Artikulli paraprakKetua PMII Konawe: DPRD Gagal Maksimalkan Fungsi Pengawasan
Artikulli tjetërBapenda Konawe Tancap Gas Genjot Pendapatan Asli Daerah