Konawe, idealita.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam enam bulan terakhir mencapai Rp119 Miliar (M) dari target Rp341 M tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Konawe, Andi Tendri Rawe Lasandara, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari pajak daerah, retribusi daerah, serta lain-lain PAD yang sah, termasuk pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe.
“Realisasi PAD yang telah terkumpul saat ini mencapai Rp172 M atau sekitar 50,44 persen dari target yang ditetapkan tahun 2026,” kata Andi Tendri.
Meski telah mencapai 50,44 persen di pertengahan tahun, ia mengakui masih terdapat sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menghadapi kendala dalam mengoptimalkan pendapatannya.
Menurut dia, salah satu yang masih rendah adalah pendapatan BLUD RSUD Konawe. Dari target sebesar Rp75 miliar pada tahun ini, realisasinya baru mencapai sekitar Rp10 miliar atau 13,33 persen. Hal ini terhalang karena belum terklaim BPJS keseluruhanya.
Selain itu, pendapatan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga belum optimal akibat terhentinya sejumlah proyek yang berdampak pada menurunnya pendapatan dari penyewaan alat berat.
Kendala lainnya juga terjadi pada retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Andi menjelaskan, penerimaan dari sektor tersebut masih terkendala regulasi daerah yang menetapkan perhitungan retribusi berdasarkan luas bangunan per meter persegi, padahal menurutnya skema yang lebih tepat adalah berdasarkan jumlah unit bangunan.
Meski terdapat sejumlah kendala, ia menegaskan sebagian besar SKPD lainnya masih mampu mengoptimalkan penerimaan daerah. Bapenda Konawe juga terus berupaya meningkatkan pendapatan melalui optimalisasi potensi PAD agar target penerimaan daerah pada 2026 dapat tercapai.
Ia juga merumuskan kebijakan baru untuk diterapkan tahun depan, salah satunya mutasi kendaraan oprasional tambang agar berplat Konawe, tujuanya agar pemasukan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) meningkat.
“Kami terus melakukan berbagai upaya optimalisasi pendapatan di seluruh SKPD agar target PAD tahun 2026 dapat terealisasi sesuai yang telah ditetapkan, demikian untuk kebijakan tahun depan kita rumuskan,” ujar Andi. (red)
















