Investasi Rp20 Triliun: Setara 14 Tahun APBD Konawe, 5 Tahun APBD Sultra

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK).

TRIBUN KONAWE – Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia belum lama ini merilis 10 daerah dengan realisasi investasi tertinggi tahun 2021. Dari 10 daerah tersebut, Konawe masuk pada peringkat ke-7 dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp20,056 Triliun (T). Atas prestasi tersebut Konawe yang di bawah kepemimpinan Bupati, Kery Saiful Konggoasa (KSK) itu diganjar penghargaan pemerintah pusat.

Selama tahun 2021, realisasi investasi yang masuk di Sultra mencapai Rp27,934 T. Konawe menjadi daerah dengan nilai investasi tertinggi dari 17 kabupaten/kota di Bumi Anoa dengan nilai Rp20,056 T. Di urutan kedua, ada Konawe Selatan dengan realisasi investasi Rp2,665 T. Menyusul di urutan ketiga, Kabupaten Kolaka dengan realisasi investasi Rp1,4 T. Sedangkan di urutan keempat ada Kota Kendari dengan realisasi investasi Rp1,192 T.

Besarnya investasi yang masuk tentu merupakan suatu kebanggaan sekaligus peluang ekonomi baik di Konawe. Bupati Konawe sendiri mengapresiasi dua perusahaan yang menjadi sumber utama investasi asing di Konawe, yakni PT VDNI dan PT OSS yang beroperasi di Kecamatan Morosi.

“Pertama saya jadi bupati saya berupaya agar ada investasi besar yang masuk. Sampai-sampai ada yang bilang, dia mabuk itu Kery. Tapi lihatlah sekarang. Mereka yang dulunya mencibir justru termasuk orang-orang yang hari ini menikmati investasi ini,” kenangnya.

KSK sendiri, diawal pemerintahannya pada periode kedua, bersama Wakil Bupati Gusli Topan Sabara (GTS) telah mencanangkan kerja quantum atau kerja dengan lompatan-lompatan. Program tersebut bermaksud untuk mengejar ketertinggalan Konawe, hingga ke depannya dalam berakselerasi dan berdiri sejajar dengan daerah maju lainnya di Indonesia.

Implementasi dari program tersebut, salah satunya menyasar target investasi. Besaran nilai realisasi investasi Rp20,056 T yang masuk ke Konawe selama 2021, ternyata setara dengan beberapa tahun nilai ABPD Konawe bahkan ABPD Sultra.

Sebagai perbandingan, APBD Konawe 2022 mencapai Rp1,4 T. Jika dibandingkan dengan nilai realisasi investasi Konawe 2021, maka setara dengan 14 tahun 3 bulan. Artinya, hampir tiga periode masa pemerintahan seorang bupati.

Sementara itu, ABPD Sultra 2022, nilainya mencapai Rp3,383 T. Jika dibandingkan dengan realisasi investasi Konawe 2021, setara dengan 5 tahun 9 bulan. Artinya lebih dari 1 periode masa pemerintahan seorang gubernur. Padahal di Konawe hanya butuh setahun untuk merealisasikannya. Atas capaian tersebut maka layaklah seorang seorang KSK menyandang “Bapak Investasi Sultra.”

Laporan: Mas Jaya

Artikulli paraprak7 Alasan Kery Saiful Konggoasa Layak Disebut “Bapak Investasi Sultra”
Artikulli tjetërKonawe PPKM Level 1: Begini Kebijakan Pemda Atas Kegiatan Masyarakat