KSK Sebagai Bapak Pertanian, Kesehatan dan Bapak Investasi Sultra

Bupati Konawe, Sekda dan (eks) Kapolres saat menunjukan plakat dan piagam yang diberikan oleh Kementerian Investasi.

IDEALITA.ID: KONAWE – Selama hampir dua periode menjabat Bupati Konawe, sudah tak terhitung prestasi juga prestise yang diperoleh Kery Saiful Konggoasa (KSK). Setidaknya ada tiga hal yang saat ini begitu lekat untuk disematkan dengan nama seorang KSK.

Pertama, KSK cocok menyandang prestise sebagai bapak pertanian Sultra. Sejak dulu, Konawe memang telah dikenal sebagai lumbung beras Sultra. Konawe menjadi daerah dengan produksi beras dan menyediakan stok untuk beberapa daerah lainnya di Sultra.

Saat menjabat bupati periode pertama, KSK telah menjadikan pertanian sebagai program prioritas. Program itu bahkan ditingkatkan saat KSK menjabat periode kedua, dengan mengusung program sejuta ton gabah. Ada program tersebut, Pemkab menarget produksi gabah petani bisa mencapai 1 juta ton setiap tahunnya.

KSK dalam momen panen raya.

Guna menyukseskan program tersebut, KSK terus menggelontorkan bantuan berupa bibit, pupuk, alsintan, cetak sawah, hingga perbaikan jalan usaha tani. Hasilnya, KSK beberapa kali melepas pengiriman beras ke sejumlah daerah, termasuk di luar Sultra.

Saking surplusnya petani Konawe, KSK bahkan pernah meminta langsung ke presiden agar menyediakan kuota beras dari Konawe untuk diimpor ke Tiongkok. KSK ingin, beras Konawe tak hanya bisa dinikmati dalam negeri saja, akan tetapi ke manca negara.

Kedua, KSK juga cocok disematkan sebagai bapak kesehatan Sultra. Prestasi KSK di bidang kesehatan di atas rata-rata di banding kabupaten lainnya di Sultra. Di kancah nasional saja, KSK menerima beragam penghargaan.

Diantara penghargaan itu, yakni inovasi bidang kesehatan pada ajang indonesia award 2017. BLUD RS Konawe yang dibangun KSK berhasil mendapat predikat bintang lima atau paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Di Sultra sendiri, hanya ada dua RS dengan status yang sama, yakni BLUD RS Konawe dan RS Siloam Baubau.

KSK saat menerima penghargaan Inovasi Bidang Kesehatan pada ajang Indonesia Award 2017.

KSK juga menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai kabupaten yang menyediakan formasi tenaga kesehatan P3K terbanyak di Sultra dengan anggaran yang ditanggung APBD. Ada juga penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2023 yang diberikan oleh Penghargaan itu diberikan oleh BPJS Kesehatan RI, karena hampir 100 persen warga Konawe telah tercatat dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Lalu, penghargaan PPKM Award 2023 yang diberikan kepada UPTD Puskesmas Unaaha.

Semua capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras KSK dalam menahkodai aparaturnya di Pemkab Konawe.

Sekda Konawe, Ferdinand Sapan bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM RI usai menerima penghargaan.

Ketiga, KSK pantas disebut sebagai bapak investasi Sultra. Tahun 2022, Konawe berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan realisasi investasi peringkat ketujuh nasional tahun 2021 oleh Kementerian Investasi/BKPM RI.

Realisasi investasi Konawe saat itu mencapai Rp20,056 triliun. Konawe duduk di atas Kota Balikpapan (Rp19.6 T), Cilegon (Rp17,8 T) dan Kabupaten Gresik (Rp16,76 T) yang masing-masing berada pada peringkat 8, 9 dan 10.

“Tahun berikutnya, kita akan meningkatkan realisasi investasi kita. Target kita bisa masuk tiga besar realisasi investasi tertinggi secara nasional,” jelas KSK.

Sejauh ini, baru Konawe saja daerah di Sultra yang mampu menyabet penghargaan itu. Maka tidak berlebihan jika KSK kemudian bisa disebut sebagai bapak investasi Sultra.

Laporan: Mas Jaya

Artikulli paraprakDiakui Secara Nasional, ini Prestasi Kesehatan Pemkab Konawe
Artikulli tjetërRutin Bayar Premi Karyawan, PT OSS Dapat Penghargaan BPJS Kesehatan