Konawe, idealita.id – Golkar Konawe krisis Kader mumpuni? Pertanyaan itu mengemuka saat Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Konawe, di salah satu hotel Unaaha, Jumat (30/10/2026). Sebabnya, sosok yang terpilih aklamasi memimpin adalah anggota legislatif (Aleg) dari DPRD Konawe Selatan (Konsel), Purnama Saboli.
Situasi ini memunculkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, selama ini terdapat banyak kader Golkar di Konawe yang turut berjuang membesarkan partai. Terlebih, Golkar berhasil meraih empat kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe.
Kader Golkar yang kini duduk di DPRD Konawe, yakni politisi senior H. Abdul Ginal Sambari, Muhammad Aditya Pagala, Wahyu Rahmadi dan I Putu Wira Yudhantara.
Namun, dalam proses pencalonan kali ini, tidak satu pun kader lokal yang tampil sebagai calon ketua. Kondisi tersebut menjadi sorotan di tengah keberadaan kader dan kekuatan politik Golkar di daerah itu.
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara, Laode Darwin, mengatakan Musda Golkar Konawe merupakan agenda terakhir dari rangkaian Musda di tingkat kabupaten/kota se-Sultra. Pihaknya berharap kepemimpinan Golkar Konawe ke depan berada di tangan ketua yang baru.
Ia menjelaskan, keputusan untuk mengusung Purnama Saboli yang merupakan salah satu anggota DPRD Konawe Selatan sebagai calon ketua merupakan hasil kajian dan analisis internal partai.
“Setelah melalui kajian dan analisa, kami putuskan yang layak dan yang bisa memaksimalkan kerja-kerja partai ini yaitu Purnama Saboli. Purnama ini putra asli Konawe,” ujar Laode Darwin.
Menurutnya, keputusan tersebut juga mempertimbangkan perkembangan proses pendaftaran yang hanya diikuti satu calon.
“Bukan berarti Purnama Saboli dari Konawe Selatan ke Konawe itu karena kekurangan kader, tidak. Kader banyak,” terangnya.
Laode Darwin mengakui bahwa Golkar Konawe memiliki banyak kader. Namun, menurut penilaiannya, belum ada kader yang memenuhi pertimbangan partai untuk memimpin DPD Golkar Konawe pada periode mendatang.
“Iya, belum, belum, tapi ada banyak pertimbangan. Kami berharap Golkar Konawe punya warna yang baru. Dengan kemampuan Purnama, dia komitmen bagaimana membesarkan Partai Golkar kemudian mengonsolidasikan partai, karena Purnama ini belum cacat di Konawe,” tutupnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penjelasan DPD Golkar Sultra terkait alasan penetapan Purnama Saboli sebagai calon tunggal dalam Musda Golkar Konawe.
Di sisi lain, munculnya figur dari luar struktur kader lokal sebagai calon ketua kembali memunculkan perhatian terhadap ruang kaderisasi dan kesempatan kader daerah dalam menentukan arah kepemimpinan partai di Kabupaten Konawe. (red)















