Malam Penutupan Ekspo, Bupati Konawe Beri Apresiasi 34 Desa

IDEALITA.ID: KONAWE – Apa yang semula dianggap hanya seremoni, justru menjelma menjadi momentum perubahan. Selama tujuh hari penuh, 5–11 November 2025, Expo Inovasi Desa Kabupaten Konawe menghadirkan wajah baru pembangunan berbasis desa: dinamis, berdaya saing, dan penuh inspirasi.

Kegiatan yang diikuti 291 desa se-Kabupaten Konawe itu resmi ditutup oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, di pelataran Kantor Pemerintah Daerah Konawe, Unaaha, dengan semangat yang menyala dan pesan yang menggugah.

“Expo Inovasi Desa 2025 bukan sekadar pameran. Ini bukti bahwa Konawe Bersahaja dan Sultra Maju bukan lagi mimpi, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari desa-desa,” tegas Bupati Yusran di hadapan ribuan peserta dan pengunjung.

Dalam suasana penuh kebanggaan, Bupati Yusran mengakui bahwa sempat muncul keraguan sebelum ekspo digelar. Ada yang menilai kegiatan ini hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil. Namun, fakta di lapangan membantah semua itu.

Selama pelaksanaan ekspo, penjualan produk UMKM desa melonjak tajam. Sejumlah pelaku usaha rumahan mencatat peningkatan hingga sepuluh kali lipat dari biasanya.

“Ada ibu-ibu yang biasanya menjual sepuluh bungkus kue per hari, di ekspo bisa laku seratus bungkus,” ungkapnya.

Dampak ekonomi juga terasa luas. Pedagang makanan, penjual minuman, hingga warung di sekitar area kegiatan ikut menikmati perputaran uang dari ribuan pengunjung yang datang setiap hari.

“Ini bukan teori ekonomi di atas kertas, tapi efek berganda yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Yusran.

Tak hanya ekonomi, ekspo juga menghadirkan transfer pengetahuan antar-desa. Desa maju berbagi strategi suksesnya, sementara desa yang masih berkembang mendapat inspirasi baru untuk bangkit.

“Ini adalah investasi jangka panjang yang nilainya tidak bisa diukur dengan uang,” tambahnya.

Bupati Konawe menegaskan bahwa Expo Inovasi Desa 2025 berfungsi sebagai jembatan penting antara tiga hal:

1. Pemerintah dan rakyat, melalui transparansi penggunaan dana desa yang kini bisa dilihat dan dirasakan langsung masyarakat.

2. Produk lokal dan pasar, lewat akses baru bagi UMKM desa menembus pasar yang lebih luas.

3. Mimpi dan kenyataan, karena banyak desa kini percaya diri melangkah setelah melihat keberhasilan desa lain.

“Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak?” serunya, disambut tepuk tangan panjang.

Salah satu capaian terbesar ekspo kali ini adalah terbentuknya jaringan bisnis dan kemitraan baru. Beberapa pembeli dari luar daerah berminat menjadi distributor produk UMKM Konawe, bahkan investor mulai melirik potensi BUMDes.

Namun bagi Bupati Yusran, yang paling membanggakan adalah tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat desa.

“Untuk pertama kalinya, seluruh desa di Konawe ikut terlibat aktif. Ini sejarah baru bagi pembangunan kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak—mulai dari pemerintah desa, pelaku UMKM, camat, hingga masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara atas dukungan dan kepercayaannya terhadap Kabupaten Konawe.

“Kami berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju,” tegas Yusran.

Bupati menegaskan, ekspo ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju Konawe Bersahaja—Konawe yang sederhana namun bermartabat, berdaya saing, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga sejalan dengan program unggulan Pemprov Sultra SAMUDRA (Semua Mudah Dapat Kerja).

“Expo ini bukan untuk pencitraan, tapi untuk pemberdayaan. Insya Allah, tahun depan kita ekspo lagi dan akan menjadikan kegiatan ini sebagai momen tahunan,” janjinya.

Dengan berakhirnya Ekspo Inovasi Desa 2025, masyarakat Konawe membawa pulang inspirasi, jejaring, dan semangat baru untuk terus berkarya di desanya masing-masing.

Konawe Bersahaja kini bukan sekadar slogan—melainkan roh gerakan pembangunan dari desa untuk Indonesia.

Kegiatan ini tutup dengan pembacaan juara kategori inovasi desa terbaik dan stan pameran terfavorit. Untuk kategori stan terfavorit mendapatkan hadiah berupa TV LED 24 inci. Sedangkan untuk kategori yang inovasi terbaik mendapatkan hadiah uang pembinaan senilai Rp6 juta. Berikut daftarnya:

10 Besar Kategori Inovasi Terbaik

1. Puuloro

2. Andaroa

3. Lalonggowuna

4. Wundungohi

5. Amberi

6. Pebunooha Dalam

7. Bajo Indah

8. Momea

9. Waworaha (Kec. Lambuya)

10. Olo‘onua

24 Besar Kategori Stand Favorit

1. Watarema

2. Tetembomua

3. Langgomea

4. Tetewatu

5. Asinua Jaya

6. Andomesinggo

7. Bajoe

8. Ulu Lalimbue

9. Morosi

10. Niitanasa

11. Langgomea

12. Tetehaka

13. Asaki

14. Anggadola

15. Wonua Morini

16. Andepali

17. Ambepulu

18. Matahori

19. Unggulino

20. Wowalatoma

21. Lahotutu

22. Sorue Jaya

23. Ameroro

24. Anggopiu

Artikulli paraprakBupati Konawe di Hari Pahlawan: Lanjutkan Perjuangan dengan Karya
Artikulli tjetërBupati Konawe Teken MoU Hibah Lahan untuk Kejari Unaaha