Mosehe Wonua di Routa, Wabup Konawe: Sambut Investasi dan Jaga Persatuan

Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim saat menghadiri Ritual Adat Mosehe Wonua di Kecamatan Routa.

KONAWE, IDEALITA.ID – Upacara adat Mosehe Wonua yang digelar di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyucian wilayah dan masyarakat. Tradisi sakral masyarakat Tolaki tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menyatukan komitmen dalam mendorong kemajuan Routa ke depan. Kegiatan berlangsung di lapangan Desa Lalomerui, Sabtu (7/2/2026).

Prosesi diawali dengan tahapan adat, pembacaan doa, serta penyematan pin Kalosara oleh Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Konawe kepada Kepala Desa Lalomerui, disaksikan langsung Wakil Bupati Konawe bersama para undangan. Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan penyembelihan hewan adat sebagai simbol pelaksanaan Mosehe Wonua.

Kehadiran Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim bersama tokoh adat, anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, keluarga besar Tamalaki, hingga perwakilan perusahaan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun Routa.

Dalam sambutannya, Syamsul menegaskan bahwa Routa merupakan bagian integral dari Kabupaten Konawe. Ia menilai perjalanan pemekaran daerah mencerminkan semangat kebersamaan serta pengorbanan berbagai pihak.

Wakil bupati juga menyampaikan salam Bupati Konawe yang tidak dapat hadir karena tugas kedinasan. Ia mengajak masyarakat terus menjaga persatuan, sebab pembangunan tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh elemen, baik lintas suku maupun latar belakang.

Menurutnya, dampak investasi di Routa mulai dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur seperti jalan yang dinilai sulit terwujud jika hanya mengandalkan anggaran daerah, terlebih di tengah kebijakan efisiensi.

Syamsul menjelaskan bahwa keuntungan perusahaan tidak sepenuhnya langsung kembali ke daerah karena harus melalui mekanisme keuangan negara sebelum didistribusikan ke provinsi dan kabupaten.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyikapi kehadiran investor secara bijak. Perusahaan, kata dia, membawa peluang kerja sekaligus memiliki kewajiban sosial seperti program CSR, beasiswa, dukungan rumah ibadah, hingga perbaikan infrastruktur. Namun, realisasinya membutuhkan waktu karena setiap investasi melalui tahapan panjang, mulai dari perizinan hingga kewajiban reklamasi dan pemulihan lingkungan.

“Perbedaan pendapat itu hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan melalui jalur yang benar dan tanpa tindakan anarkis. Semua pihak tunduk pada hukum,” tegasnya.

Wabup menambahkan, terbukanya lapangan pekerjaan menjadi salah satu perubahan signifikan di Routa. Jika sebelumnya mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kini kesempatan kerja semakin beragam dan kebutuhan tenaga lokal masih cukup tinggi.

Ia turut mengapresiasi infrastruktur yang telah dibangun perusahaan karena dinilai membantu mobilitas warga serta memperlancar aktivitas ekonomi.

Syamsul berharap perusahaan lebih mengedepankan aksi nyata daripada sekadar janji, terutama dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang telah diatur.

Menutup sambutannya, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi tertentu. Ia menekankan bahwa tidak ada lagi sekat antara pendatang dan masyarakat asli karena semua memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Konawe, saya mengajak seluruh masyarakat dari berbagai suku di Routa untuk tetap bersatu dan mendukung investasi. Kesempatan ini harus dijaga demi masa depan generasi kita,” pungkasnya. (red)

Artikulli paraprakInstruksi Presiden: Rutan Unaaha Gercep Bersihkan Wisata Alam Batu Lapis
Artikulli tjetërMisteri 504 Gram Sabu di Mobil Anggota Dewan Diendus BNNP Sultra