
KONAWE, IDEALITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama Perum Bulog Kantor Cabang Unaaha kembali menyalurkan beras keluar daerah. Kali ini, sebanyak 2.000 ton beras diberangkatkan menuju Provinsi Sulawesi Utara dari Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Prosesi pelepasan distribusi beras tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Konawe, Jalan Inolobunggadue, Kelurahan Puunaha, Kecamatan Unaaha, Senin (2/2/2026) pagi.
Kegiatan itu dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand, didampingi Kepala Bulog KC Unaaha, Muh. Abdan Djarmin, serta dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.
Kepala Bulog KC Unaaha, Muh. Abdan Djarmin, mengatakan pengiriman beras ke luar wilayah dilakukan menyusul meningkatnya produksi padi di Konawe yang mencapai sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025 terjadi peningkatan produksi beras sekitar 12 persen. Kondisi ini memungkinkan Bulog menyalurkan beras ke berbagai daerah sebagai bagian dari distribusi pangan nasional,” ujar Abdan kepada awak media usai kegiatan.
Ia menambahkan, secara keseluruhan Bulog KC Unaaha menargetkan penyaluran beras ke sejumlah wilayah di Indonesia dengan total volume mencapai 15 ribu ton hingga akhir Februari 2026.
“Tujuan distribusi meliputi Sulawesi Utara, Ambon, Papua, dan Sulawesi Tengah. Khusus Sulawesi Utara direncanakan sebanyak 7 ribu ton, dikirim secara bertahap. Hari ini baru dilepas 2 ribu ton,” jelasnya.
Abdan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian di Konawe ke depan.
“Kami berharap sinergi semua pihak, mulai dari penyuluh pertanian lapangan, dinas terkait, hingga TNI, terus diperkuat agar penyerapan gabah petani saat panen raya dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Konawe Ferdinand menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Daerah Konawe dan Perum Bulog telah berjalan secara berkelanjutan dalam mendukung distribusi beras nasional.
“Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Bulog dalam menjaga ketahanan dan pemerataan pangan di berbagai wilayah Indonesia,” kata Ferdinand. (red)















