
IDEALITA.ID: KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe resmi mengumumkan rencana pembangunan Konawe Expo Center (KEC), fasilitas multifungsi yang ditargetkan rampung pada 2027 dan digadang menjadi ikon baru ekonomi kreatif daerah.
Pengumuman ini disampaikan langsung Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, di ruang kerjanya, Unaaha, Senin (11/8/2025). Menurutnya, KEC bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan ekonomi, budaya, dan tata kelola pemerintahan.
“Ini bukan sekadar membangun gedung, tapi menyiapkan ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan kreativitas masyarakat Konawe,” tegas Yusran.
Revitalisasi Wekoila Jadi Opsi Lokasi
Saat ini, kajian teknis tengah dilakukan oleh Dinas PUPR bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Salah satu opsi yang menguat adalah merevitalisasi Gedung Wekoila di kompleks perkantoran Pemkab Konawe. Bangunan yang selama ini hanya digunakan untuk acara seremonial itu akan diperluas dan dirombak total menjadi pusat multifungsi bertaraf modern.
Konsep Multifungsi: Dari Pameran Hingga Pernikahan Rakyat
KEC dirancang sebagai one-stop venue yang bisa mengakomodasi berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM, festival budaya, rapat kerja daerah, hingga acara pernikahan rakyat.
“Kita ingin semua aktivitas, dari promosi produk lokal sampai event nasional, bisa terfasilitasi di satu tempat yang representatif,” jelas Yusran.
Pengelolaan Profesional dan Berkelanjutan
Pemkab Konawe membuka peluang pengelolaan KEC melalui Perumda Konawe atau skema kemitraan dengan pihak profesional. Tujuannya agar fasilitas ini hidup, terawat, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita tidak mau KEC hanya jadi gedung megah yang kosong. Harus dikelola profesional, transparan, dan berorientasi pada manfaat ekonomi rakyat,” tambahnya.
Bagian dari Visi “Konawe Bersahaja”
Pembangunan KEC masuk dalam program strategis visi Konawe Bersahaja—Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan. Yusran menegaskan, proyek ini adalah upaya membangun identitas daerah sekaligus memberi panggung bagi warga, mulai dari petani, pengrajin, hingga pengusaha muda.
“KEC adalah tempat anak-anak Konawe menunjukkan potensinya. Ini panggung mereka,” kata Yusran.
Sambutan Positif Masyarakat
Pelaku UMKM menyambut antusias rencana ini. “Kalau benar terealisasi, ini mimpi jadi nyata. Selama ini kami kesulitan cari tempat pameran yang layak,” ujar Solihim, pengusaha muda asal Unaaha.
Dengan waktu dua tahun untuk desain, anggaran, dan perencanaan partisipatif, Pemkab optimistis KEC dapat menjadi simbol transformasi Konawe—dari wilayah pinggiran menjadi pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.
Laporan: Mas Jaya















