KENDARI, IDEALITA.ID – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara melaksanakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 yang digelar di Swiss-Belhotel Kendari, Sabtu (31/1/2026). Salah satu program yang mencuat adalah target IMI untuk membentuk kepengurusan di-17 kabupaten/Kota se-Sultra.
Rakerprov dihadiri Ketua IMI Sultra Anton Timbang bersama jajaran pengurus IMI kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya perwakilan Ditlantas Polda Sultra yang diwakili Wadirlantas KBP Arif Irawan, KONI Sultra yang diwakili Sekretaris Umum Dr. La Sawali, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, para ketua IMI daerah, serta Ketua Klub Motor Besar Sultra Yudhi Mahardika.
Ketua Panitia, Ali Rezky, dalam laporannya menegaskan bahwa Rakerprov tidak hanya bersifat formal, melainkan menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja organisasi selama satu tahun terakhir.
“Rakerprov ini kami rancang sebagai forum konsolidasi dan evaluasi agar IMI Sultra semakin solid dan terarah,” ujarnya.
Dalam arahannya, Ketua IMI Sultra Anton Timbang menekankan target besar organisasi, yakni memperluas kepengurusan IMI hingga menjangkau seluruh 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
“Hingga saat ini IMI baru terbentuk di 11 daerah. Target saya sebelum masa jabatan periode ketiga berakhir, seluruh 17 kabupaten/kota sudah memiliki kepengurusan IMI,” tegas Anton.
Daerah yang telah memiliki struktur kepengurusan IMI antara lain Kolaka Timur, Baubau, Konawe Utara, Kolaka, Konawe, Kendari, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Bombana, Muna, dan Buton Selatan.
Anton juga memaparkan dua agenda utama IMI Sultra ke depan, yakni persiapan cabang olahraga otomotif pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kota Kendari serta pelaksanaan Musyawarah Provinsi IMI Sultra yang akan memilih ketua baru.
Ia menegaskan komitmennya terhadap pengembangan IMI Sultra, termasuk keterlibatan aktif organisasi di tingkat nasional serta dukungan terhadap peningkatan prestasi atlet otomotif daerah melalui sinergi dengan KONI Sultra.
Selain itu, Anton mendorong setiap pengurus IMI kabupaten/kota agar mampu menggelar minimal dua event otomotif setiap tahun dengan menggandeng pemerintah daerah dan dunia usaha setempat. Ia juga mengingatkan agar seluruh kegiatan otomotif dilaksanakan sesuai aturan dan tidak menggunakan kendaraan balap di jalan umum.
Sementara itu, Wadirlantas Polda Sultra KBP Arif Irawan mengajak IMI untuk berperan aktif mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, termasuk membantu kepolisian dalam mengedukasi masyarakat.
“Masih kita temukan pelanggaran seperti penggunaan knalpot tidak standar, kelengkapan berkendara yang tidak memadai, hingga pelanggaran rambu lalu lintas. Peran IMI sangat dibutuhkan dalam edukasi ini,” katanya.
Ia juga mengimbau para Ketua IMI daerah untuk memperkuat koordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha guna mendukung penyelenggaraan event otomotif yang aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Rakerprov IMI Sultra Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Umum KONI Sulawesi Tenggara yang mewakili Ketua KONI Sultra. (red)
















